https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Blok M Jadi Model Pengentasan Kemiskinan oleh Kolaborasi Tiga Menteri

Pemerintah perkuat kolaborasi UMKM dan ekonomi kreatif berbasis kawasan untuk dorong ekonomi rakyat dan pengentasan kemiskinan.

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif berbasis kawasan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi rakyat.

Upaya tersebut ditegaskan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Rapat berlangsung di kawasan MBloc Space, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas kontribusi konkret masing-masing kementerian dalam mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), sekaligus menindaklanjuti percepatan penanggulangan kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa sektor UMKM dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mengangkat masyarakat dari kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Pemerintah memastikan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi bagian integral dari Program Kerja Prioritas Nasional. Kita ingin setiap program negara memberikan efek domino yang nyata bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat rentan,” ujar Muhaimin.

Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem usaha yang kompetitif, inklusif, dan mudah diakses, khususnya bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah dan rentan.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor usaha mikro, terutama di wilayah kantong kemiskinan. Hal ini dilakukan melalui berbagai program strategis yang menyasar akses pembiayaan, pendampingan, serta perluasan pasar.

“Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, kami memastikan pelaku UMKM, khususnya di daerah rentan, mendapatkan akses pembiayaan, pendampingan, dan pasar,” jelasnya.

Pemerintah juga melakukan pemutakhiran basis data UMKM melalui integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan platform SAPA UMKM. Melalui pendekatan berbasis data ini, intervensi program diharapkan lebih tepat sasaran.

Sejumlah program yang didorong antara lain penerbitan kartu usaha, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta skema pembiayaan melalui Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti potensi besar sektor ekonomi kreatif sebagai solusi pengentasan kemiskinan, khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

“Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat, termasuk kelompok rentan. Kami mendorong akselerasi talenta dan akses pembiayaan agar pelaku ekonomi kreatif dapat berkembang berkelanjutan dan menjadi mesin pertumbuhan baru,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, kawasan Blok M di Jakarta disoroti sebagai contoh nyata keberhasilan pengembangan ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif berbasis kawasan. Kawasan ini dinilai berhasil bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis komunitas yang didukung konektivitas transportasi, ruang kreatif, serta berbagai kegiatan event yang dinamis.

Pemilihan lokasi rapat di MBloc Space juga menjadi bagian dari pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy), di mana kebijakan dirumuskan berdasarkan praktik terbaik di lapangan. Para menteri juga melakukan dialog langsung dengan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk menyerap aspirasi.

Dengan rata-rata kunjungan mencapai 80.000 orang per hari dan perputaran ekonomi sekitar Rp5 miliar per hari, kawasan Blok M dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai daerah.

Model ini akan dikembangkan melalui program Pasar 1001 Malam, sebuah inisiatif Kemenko Pemberdayaan Masyarakat yang bertujuan memanfaatkan aset idle milik pemerintah dan BUMN menjadi pusat ekonomi kreatif dan UMKM terpadu.

Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada pengelola kawasan yang dinilai berhasil membangun ekosistem pemberdayaan berbasis komunitas yang berkelanjutan. Melalui sinergi lintas kementerian dan penguatan ekosistem berbasis kawasan, pemerintah optimistis sektor UMKM dan ekonomi kreatif akan semakin berperan sebagai motor penggerak ekonomi nasional sekaligus instrumen efektif dalam mengurangi kemiskinan di Indonesia.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Industri kosmetik Indonesia tumbuh pesat, Kemenperin dorong daya saing global, perkuat IKM, dan ekspansi pasar wellness.

Industri Kosmetik Indonesia Tumbuh Pesat, 90 Persen Usahanya Berbentuk IKM