Gemuruh tepuk tangan memenuhi ruang Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki saat tirai pertunjukan “Musikal Pasar Dangdoet: SEMESTA Berdendang” dibuka, Sabtu (4/4/2026). Pementasan karya mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya ini menghadirkan warna baru dalam dunia teater musikal dengan sentuhan dangdut yang kental akan identitas lokal.
Mengusung tema “Diverse Artistry: The SEMESTA Glitz”, pertunjukan ini mengisahkan kehidupan masyarakat pasar tradisional di tengah hiruk-pikuk kota modern. Sosok Adeng menjadi pusat cerita—seorang pemuda yang memendam mimpi menjadi aktor dan komika, namun dihadapkan pada tuntutan keluarga untuk melanjutkan usaha. Kisahnya mengalir ringan melalui balutan lagu, humor, dan konflik keseharian yang terasa dekat dengan realitas banyak orang.
Kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, turut memberi energi tersendiri bagi para penampil. Ia mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menjadikan dangdut sebagai kekuatan naratif dalam format teater musikal modern.
“Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu menghasilkan karya luar biasa. Tinggal bagaimana ke depan industri teater musik ini terus dikembangkan,” ujarnya.
Bagi Irene, karya seperti “SEMESTA Berdendang” bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari gerakan besar dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif nasional. Ia menilai generasi muda kini mulai melihat kreativitas sebagai penggerak pertumbuhan, bukan hanya sekadar ekspresi seni.
Di balik panggung, semangat itu memang terasa kuat. SEMESTA—singkatan dari Semangat Seni Prasetiya Mulya—hadir sebagai wadah mahasiswa untuk mengeksplorasi seni pertunjukan berbasis budaya Indonesia. Melalui musikal ini, mereka membuktikan bahwa warisan lokal seperti dangdut bisa diolah menjadi karya kontemporer yang relevan dan menarik.
Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Hassan Wirajuda, menilai kegiatan ini sebagai bagian penting dari proses pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan industri kreatif.
“Ini bukan hanya ekspresi artistik, tetapi juga fondasi inovasi di berbagai sektor, mulai dari budaya hingga ekonomi berbasis pengetahuan,” jelasnya.
Disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf dan Dadang Badoet, pertunjukan ini memadukan musik, komedi, dan narasi sosial dalam satu panggung yang dinamis. Setiap adegan terasa hidup, menghadirkan potret sederhana namun penuh makna tentang perjuangan, mimpi, dan realitas kehidupan.
Lebih dari sekadar hiburan, “SEMESTA Berdendang” menjadi bukti bahwa generasi muda mampu meramu budaya lokal menjadi karya kreatif bernilai ekonomi. Sebuah langkah kecil di panggung teater, namun menyimpan harapan besar bagi masa depan industri kreatif Indonesia.

