https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya Lewat Strategi Desain dan Inovasi

Kemenperin dorong IKM fesyen dan kriya lewat desain dan inovasi untuk tingkatkan daya saing serta tembus pasar global Indonesia.

Di tengah ketatnya persaingan industri, Kementerian Perindustrian terus memperkuat posisi industri kecil dan menengah (IKM), khususnya pada subsektor fesyen dan kriya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan pelaku industri mampu beradaptasi dengan perubahan tren sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri fesyen dan kriya memiliki rantai nilai yang luas, mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi produk. Setiap tahapan tersebut saling terhubung dalam menciptakan nilai tambah yang menentukan daya saing industri di tingkat nasional maupun internasional.

Data terbaru menunjukkan bahwa kedua subsektor ini tetap menjadi tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia. Pada 2025, nilai ekspor industri kerajinan mencapai USD 806,63 juta, sementara industri fesyen—yang erat kaitannya dengan pakaian jadi—menembus angka USD 8,85 miliar. Capaian tersebut menegaskan potensi besar produk kreatif Indonesia untuk terus berkembang di pasar global.

Namun, di balik angka-angka tersebut, tantangan tetap ada. Pelaku IKM dituntut untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kualitas desain dan inovasi produk. Desain kini bukan lagi sekadar elemen estetika, melainkan menjadi strategi utama dalam meningkatkan daya saing.

Hal ini diperkuat oleh temuan dalam Journal of Product Innovation Management yang menyebutkan bahwa perusahaan yang mengintegrasikan desain dalam pengembangan produk memiliki kinerja lebih baik. Artinya, desain menjadi fondasi penting dalam membangun keunggulan kompetitif.

Sebagai bentuk konkret, Direktorat Jenderal IKMA melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya menggelar forum Design Talk di Badung, Bali. Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi dengan Asosiasi Desainer Produk Industri Indonesia untuk mempertemukan pelaku IKM, akademisi, dan praktisi desain dalam satu ruang diskusi.

Forum yang diikuti puluhan peserta ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat pemahaman bahwa desain harus menjadi titik awal dalam pengembangan produk industri. Kepala BPIFK, Dickie Sulistya, menekankan bahwa inovasi dan strategi desain berkelanjutan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar.

Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem industri kreatif nasional. Harapannya, produk fesyen dan kriya Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga menjadi pemain utama di pasar global dengan identitas yang kuat dan nilai tambah yang tinggi.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Program AKTIF Musik dukung musisi Jateng lewat produksi video musik, dorong karya lokal menembus pasar nasional global.

Program AKTIF Musik Dorong Musisi Jawa Tengah Tembus Industri Nasional dan Global

Rudolf Smend, kolektor Jerman, kelola museum batik gratis sejak 1973 dan dedikasikan hidupnya untuk budaya Indonesia.

Kisah Rudolf Smend, Kolektor Jerman yang Kelola Museum Batik Gratis Sejak 1973