Kuala Terengganu — Anggota Parlemen Kuala Terengganu, Datuk Ahmad Amzad Hashim, mengeluarkan pernyataan permintaan maaf setelah sebelumnya menyebut bahwa baju batik yang dikenakan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, saat pembentangan Rancangan Malaysia Ke-13, merupakan batik asal Indonesia.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya, Ahmad Amzad mengakui kesalahan dan segera meminta maaf begitu mendapat klarifikasi bahwa batik tersebut adalah produk lokal buatan Malaysia.
“Saya tidak akan mempertahankan kekhilafan saya dan baru saja disadarkan oleh staf saya karena saya dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Kuala Terengganu dan tidak mengikuti perkembangan posting tersebut,” tulisnya.
“Yang ini memang salah saya dan harus saya luruskan segera. Terima kasih kepada semua yang telah memberikan teguran. Kepada YAB Perdana Menteri, saya minta maaf. Niat saya hanyalah memberikan pandangan sebagai wakil rakyat Terengganu, karena saya sering berdiskusi dengan para pengusaha batik lokal mengenai masa depan industri batik Malaysia,” lanjutnya.
Batik yang Dipakai PM Anwar Dipastikan Produk Lokal
Sementara itu, berdasarkan laporan Sinar Harian, perancang batik sekaligus pendiri label Bujins Batik, Amir Harith (35), memastikan bahwa batik yang dikenakan oleh Perdana Menteri adalah batik asli Malaysia.
Amir menegaskan bahwa Datuk Seri Anwar Ibrahim telah beberapa kali mengenakan busana batik hasil rancangan Bujins Batik dalam berbagai acara resmi kenegaraan.
“Itu jelas batik Malaysia. Beliau (PM Anwar) telah beberapa kali memakai desain kami dalam berbagai program resmi pemerintahan,” kata Amir.
Insiden ini kembali memunculkan sorotan terhadap pentingnya menghargai dan mempromosikan produk-produk lokal, termasuk industri batik Malaysia yang selama ini kerap dibandingkan dengan batik Indonesia.

