Batik Malaysia memiliki ciri khas tersendiri dibanding batik Indonesia, terutama dalam teknik produksi, motif, dan penggunaan warna. Meski UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia, Malaysia juga tetap mengklaim batik sebagai warisan leluhur mereka.
Ada perbedaan antara batik Indonesia dan juga batik Malaysia. Jika dinilai batik Malaysia vs batik Indonesia maka keduanya memiliki keunikan dan perbedaan yang cukup mencolok meskipun jika dilihat sekilas keduanya serupa namun tak sama. Perbedaan tersebut terletak pada teknik pembuatan dan motif yang digunakan.
1. Teknik Pembuatan
Secara teknik pembuatan batik Malaysia, umumnya dilakukan dengan cara melukis kain atau di Indonesia akrab disebut mencolet. Menggunakan cap atau stempel yang dibuat dari tembaga atau kayu yang dicelupkan dalam lilin panas, lalu ditekan ke kain untuk membentuk motif. Di Indonesia, teknik membuat batik ada tiga jenis: tulis, cap, dan kombinasi cap tulis yang kesemua teknik tersebut menggunakan malam / lilin panas.
Di Malaysia, teknik pembuatan batik dengan cara dilukis tersebut punya harga lebih mahal. Untuk menyetarakan pasar batik di negaranya agar lebih terjangkau, batik Malaysia banyak diproduksi dengan cara di printing tekstil ataupun di sablon manual.
2. Motif Batik Malaysia
✅ Motif: Lebih banyak menggunakan unsur abstrak, floral (bunga), dan tidak terlalu banyak motif geometris atau simbolisme budaya seperti batik Indonesia.
✅ Warna: Dominasi warna cerah seperti merah muda, kuning, biru terang, dan hijau.
✅ Produksi: Lebih banyak dibuat untuk industri fashion dengan desain modern dan sederhana.
Teknik produksi batik Malaysia lebih berfokus pada efisiensi dan kreativitas dalam warna serta motif, dengan dominasi batik lukis, batik cap, dan batik sablon. Dan ini alasan UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai “Warisan Non-Bendawi” karena yang dinilai adalah proses kreatif dalam pembuatan batik yang lebih kompleks dan sarat dengan filosofi.

