Jika selama ini kamu hanya tahu batik dibuat dengan cara ditulis dan di cap, beberapa perajin batik ada yang memilih membuat batik dengan cara di sablon. Jika ditilik dari proses pembuatannya, proses ini masih menggunakan malam (lilin) dingin sebagai perintang warna.

Sablon malam dalam konteks batik merujuk pada proses pencetakan motif batik menggunakan malam (lilin batik) dengan teknik sablon atau cetak layar (screen printing). Ini adalah cara modern dan semi-manual untuk alternatif proses pembatikan selain tulis dan cap. Teknik ini mempercepat produksi motif batik tanpa kehilangan kesan tradisional.
Seperti Apa Sablon Malam Itu?
Bayangkan kamu melihat orang membuat batik, tapi alih-alih menggunakan canting untuk menggambar motif satu per satu, mereka menggunakan screen sablon (mirip seperti cetak kaos), tapi isinya malam panas cair, bukan tinta.
Ciri-Ciri Sablon Malam
- Menggunakan screen cetak (kain kasa dengan pola motif yang diatur).
- Malam cair dituangkan di atas screen, lalu diratakan dengan rakel.
- Hasil cetakan adalah motif malam di kain.
- Setelah itu, kain melalui proses pewarnaan dan pelorodan (penghilangan malam) seperti umumnya batik dibuat.
Kelebihan:
- Cocok untuk produksi massal.
- Motif tetap memiliki karakteristik batik karena tetap menggunakan malam.
Kekurangan:
- Kurang fleksibel untuk detail halus dibanding batik tulis.
- Terbatas pada motif yang sudah dibuat dalam screen.
- Masih butuh alat dan proses teknis tertentu.
Bedanya dengan Batik Tulis dan Cap:
| Jenis | Alat | Kecepatan | Fleksibilitas Motif |
| Tulis | Canting | Lambat | Tinggi |
| Cap | Cap tembaga | Sedang | Terbatas |
| Sablon Malam | Screen sablon + malam | Cepat | Sedang |
Sablon malam sering digunakan oleh pengrajin batik modern yang ingin menyeimbangkan antara produksi cepat dan ciri khas batik tradisional.

