Suasana hangat terasa sejak awal acara ketika para pelaku industri perhotelan, media, dan komunitas pariwisata berkumpul di Origami Roof Dining Hotel Grandhika Iskandarsyah Jakarta Selatan (30/4). Dalam nuansa pasca-Lebaran yang masih kental, pertemuan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi baru.
Acara diinisiasi oleh Himpunan Humas Hotel (H3) Indonesia, menghadirkan berbagai pihak, mulai dari komunitas media hingga member dari industri perhotelan. Dari komunitas media, hadir Ketua Forum Wartawan Pariwisata (Frowarpar) Tiara Maharani Kusuma, Ketua Himpunan Anak Media (HAM) Fatkhurrohim, dan Ketua Sindikasi Media Network (SMN) Arief Suharto.
Dalam sambutannya, Ketua Himpunan Humas Hotel Indonesia, Julia Maria menekankan bahwa pertemuan ini memang dirancang untuk mempertemukan dua elemen penting dalam ekosistem pariwisata: pelaku industri dan media. Ia menyadari bahwa tanpa dukungan media, berbagai potensi pariwisata tidak akan tersampaikan secara luas kepada publik.
Di balik suasana santai, acara ini memiliki tujuan yang jelas: memperkenalkan member baru kepada media sekaligus memperkuat jejaring. Sejumlah brand hotel seperti Sofyan Hotel, Lorin Hotel, dan Manhattan Hotel menjadi bagian dari wajah baru yang diperkenalkan dalam kesempatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi sinyal bahwa industri terus berkembang dan membutuhkan ruang promosi yang lebih luas.
Seiring berjalannya acara, suasana semakin cair lewat sesi interaktif. Tawa dan antusiasme peserta terlihat saat mereka mengikuti permainan sederhana yang menguji keakraban antar peserta. Hadiah berupa goodie bag menjadi pelengkap suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Selain networking, terdapat sesi presentasi dari Hana Hoed, perwakilan Delivering Asia Communications, membuka perspektif baru tentang potensi besar Jakarta di kancah global. Ia memperkenalkan rencana penyelenggaraan Indonesia Tourism Exchange (ITX) 2026 yang untuk pertama kalinya akan digelar di Indonesia.
Melalui program ini, Jakarta diharapkan mampu tampil sebagai destinasi global yang dinamis. Hana menyoroti bahwa potensi Jakarta sangat besar, namun masih membutuhkan dorongan dari sisi eksposur internasional.
Workshop yang akan digelar menjadi langkah konkret untuk menjawab tantangan tersebut. Para praktisi di bidang public relations, marketing communication, dan industri pariwisata akan diajak untuk bersama-sama merumuskan strategi promosi yang lebih kuat dan terarah.
“Dipandu langsung oleh CEO Delivering Asia Communications, David Johnson, workshop ini akan menjadi ruang diskusi sekaligus kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya teori, peserta juga akan terlibat aktif dalam merancang ide-ide promosi Jakarta sebagai destinasi global” tukas Hana.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei di The Lion Head Jakarta dengan kapasitas terbatas, menjadikannya eksklusif dan fokus. Selain workshop, akan digelar pula sesi press conference yang mengangkat tema luxury living di Indonesia, sebuah segmen yang tengah berkembang pesat.
Menjelang akhir acara, suasana kembali menghangat dalam sesi networking dan makan malam bersama. Percakapan ringan, pertukaran kartu nama, hingga rencana kolaborasi baru menjadi penutup yang bermakna.
Acara ini diharapkan menjadi kunci kolaborasi. Ketika media dan industri berjalan beriringan, Jakarta siap dikenal sebagai destinasi global yang layak diperhitungkan.

