https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

TANTE THEA: HARI JADI KOTA DEPOK HARUSNYA 310 TAHUN

Hari jadi Kota Depok yang saat ini diperingati setiap tanggal 27 April didasari oleh momen resminya Depok menjadi sebagai kotamadya setelah menyandang status kota administratif dan kecamatan di Kabupaten Bogor. Hari jadi ini ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kota Depok No.1 tahun 1999.

Thea Jonathan Menjaga Sejarah Depok

Berbeda dengan pendapat Thea Jonathan atau akrab disapa Tante Thea, yang menyebut Kota Depok usianya lebih dari itu yakni 310 tahun. Hal tersebut menurutnya mulai dihitung dari 28 Juni 1714, yakni setelah Cornelis Chastelein wafat dan membagikan warisannya kepada 15 budak yang dimerdekakannya.

Tante Thea merupakan aktivis di Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein yang kini usianya menginjak 84 tahun.

Ia menceritakan tentang perihal Cornelis Chastelein yang menjadi tuan tanah di wilayah Depok dan dibantu oleh 150 budak asal Ambon, Bugis / Makassar, dan Bali. Di akhirnya hayatnya, Chastelein membebaskan para budaknya dan memberikan hak atas tanahnya tersebut ke mereka.

Chastelein menurut Tante Thea pernah bekerja di VOC, namun kemudian tidak lagi setelah pengunduran dirinya di masa VOC dipimpin oleh Direktur Jenderal Joan van Hoorn dan menjadi orang swasta yang bermukim di Depok.

Pada tanggal kematiannya, 28 Juni 1714, Chastelein memberikan testamen kepada para budak / pekerjanya, dibebaskan dari perbudakan dan menerima warisan tanah yang telah ditentukannya. Unsur-unsur sebuah kota pun diklaim telah terpenuhi, namun menurut Tante Thea bukti-bukti sejarah yang ada belum dilirik oleh Pemkot Depok.

“Kita bicara sejarah, tetapi di sini dilihat bahwa apa dia (Chastelein) merugikan  orang Indonesia atau Indonesia sendiri, tidak ada. Kenapa hal ini tidak mau diakui oleh pemerintah sekarang? Kenapa Jakarta bisa 400 tahun sekian, kota-kota yang lain sekian ratus tahun? Kok Depok masih 29, 30 tahun? ” tukasnya.

“Harusnya Kota Depok usianya 310 tahun. Sekarang peninggalan sejarahnya ada,” tambah Tante Thea.

Dijelaskan olehnya seperti gedung Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) dulunya ada rumah pendeta yangn sempat menjadi persembunyiannya Raden Saleh. Juga ada gereja GPIB Immanuel yang awalnya terbuat dari bambu kemudian dipugar permanen setelah terkena gempa bumi. Ada juga bangunan depan RS Harapan yang merupakan kantor kotapraja Depok di masa lalu. Begitu juga bangunan sekolah Belanda di Pancoranmas.

Menurut Tante Thea, YLCC sudah melakukan upaya pendekatan ke pemerintah kota untuk menjelaskan perihal sejarah tersebut, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Ada harapan dengan terpilihnya walikota dan wakil walikota Depok yang baru Supian Suri – Chandra Ramansyah periode 2024 – 2029, sejarah Depok ini tidak diabaikan dan menjadi identitas Depok.

Hari ini (Sabtu, 11 Januari 2025), Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi dan Pemkot Depok akan melakukan city tour untuk melihat peninggalan bersejarah di Kota Depok.   

Tante Thea berharap Kota Depok yang memiliki sejarah ratusan tahun tersebut diperhatikan sebagai identitas wilayah.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Thea Jonathan Menjaga Sejarah Depok

MENJAGA SEJARAH DEPOK

Yahya Jonathan dan istri, cucu Presiden Depok ke-5

RIWAYAT RUMAH PRESIDEN DEPOK