https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

KISAH BELANDA DEPOK DAN USAHA MENJAGA KONTIUNITAS SEJARAH

Belanda Depok merujuk pada sejarah unik komunitas Depok, sebuah wilayah yang kini menjadi kota mandiri di Jawa Barat. Kota ini memiliki hubungan sejarah dengan masa penjajahan Belanda di Indonesia, terutama melalui keberadaan komunitas yang dikenal sebagai “Belanda Depok” atau keturunan budak bebas yang diberikan hak istimewa oleh pemilik tanah Belanda.

1. Peran Cornelis Chastelein

  • Pada tahun 1696, Cornelis Chastelein, seorang pedagang VOC yang bekerja pada institusi kolonial tersebut membeli tanah di Depok.
  • Chastelein membawa sejumlah budak dari berbagai etnis untuk bekerja di tanahnya, seperti orang Bali, Ambon, dan Makassar.

2. Emansipasi Budak

  • Sebelum meninggal pada tahun 1714, Chastelein membebaskan para budaknya melalui surat wasiat.
  • Dia memberikan tanah Depok kepada mereka, yang kemudian dikenal sebagai “Masyarakat Depok”, dengan hak untuk mengelola tanah dan menjadi pewaris sah.
  • Ini menjadikan mereka kelompok istimewa karena tidak banyak budak yang dibebaskan pada masa itu.

3. Komunitas Belanda Depok

  • Setelah dibebaskan, para mantan budak ini mengadopsi agama Kristen Protestan dan beberapa aspek budaya Belanda.
  • Mereka juga mulai menggunakan nama-nama marga untuk mengidentifikasi asal-usulnya. Beberapa marga yang masih dikenal hingga sekarang adalah Laurens, Leander, Bacas, Isakh, Jacob, dan lainnya.
  • Karena kedekatan budaya dan agama dengan Belanda, mereka sering dianggap sebagai bagian dari komunitas “Belanda Depok.”

4. Status Istimewa di Masa Kolonial

  • Selama masa penjajahan Belanda, komunitas ini memiliki status sosial yang lebih tinggi dibandingkan pribumi.
  • Mereka memiliki hak untuk mengelola tanah dan menjalankan pemerintahan sendiri di bawah Pemerintahaan Gemeente Depok.

5. Masa Pendudukan Jepang dan Pasca-Kemerdekaan

  • Selama pendudukan Jepang, hak istimewa mereka mulai berkurang.
  • Setelah kemerdekaan Indonesia pada 1945, beberapa anggota komunitas Belanda Depok menjadi sasaran diskriminasi atau istilahnya gedoran, karena dianggap dekat dengan citra kolonialis Belanda.
  • Banyak dari mereka akhirnya pindah ke Belanda, tetapi sebagian tetap tinggal di Indonesia dan menjadi bagian dari komunitas modern Depok.

6. Warisan Budaya dan Sejarah

  • Hingga kini, warisan budaya komunitas Belanda Depok dapat dilihat melalui gereja-gereja tua, seperti GPIB Immanuel Depok, Bangunan Depan RS Harapan (Gemeente Bestuur), Rumah Presiden Depok, dan Jembatan Panus.
  • Ada juga perayaan tertentu yang mencerminkan tradisi Kristen dan pengaruh Belanda.

7. Relevansi di Era Modern

  • Depok kini telah berkembang menjadi kota besar dengan identitas yang beragam, tetapi sejarah komunitas “Belanda Depok” tetap menjadi bagian penting dari narasi sejarah lokal.
  • Jejak sejarah ini menjadi daya tarik budaya dan studi sejarah yang menarik bagi peneliti maupun masyarakat umum.
  • Komunitas 12 marga kini mendirikan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC). Tugasnya untuk menjaga dan merawat pelestarian peninggalan Chastelein di Depok.
  • YLCC berupaya menyosialisasikan kontinuitas sejarah berdirinya Kota Depok mulai dari era Chastelein mendirikan Depok yakni 28 Juni 1714, sebagaimana DKI Jakarta yang kini usianya sudah empat ratus tahunan. Atau Banyumas yang merevisi Hari Jadinya di tahun 2016, semula 6 April 1582 menjadi 22 Februari 1571.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Ancaman Kelestarian Batik

INI ANCAMAN KELESTARIAN BATIK

Thea Jonathan Menjaga Sejarah Depok

MENJAGA SEJARAH DEPOK