https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

CANTING CAP BATIK DARI LIMBAH KERTAS

Pemilik workshop Dongaji Batik, Nurohmad, bereksperimen dan berkreasi dengan limbah kertas dupleks untuk menghasilkan canting cap batik berbahan kertas. Sesuatu yang tidak biasa disaat umumnya bahan cap batik dibuat dari tembaga yang tahan panas.

Dasar pemikiran kreasi membuat canting cap batik berbahan kertas adalah menghasilkan teknologi tepat guna yang efektif, efisien, dan murah. Menurut Nurohmad, teknologi tepat guna punya beberapa ciri atau kriteria, yakni:

  • Teknologi itu mempergunakan sumber-sumber yang tersedia banyak di lingkungan sekitar.
  • Teknologi itu dapat membantu memecahkan persoalan/masalah dalam masyarakat
  • Teknologi itu sesuai dengan keadaan ekonomi  dan sosial masyarakat setempat.
  • Biaya investasi cukup rendah / relatif murah
  • Teknik sederhana dan mampu untuk dipelihara dan didukung oleh ketrampilan  atau kemampuan teknis setempat
  • Teknologi digunakan sebagai alat mandiri masyarakat yang mampu mengurangi ketergantungan pada pihak luar.

Canting cap batik berbahan kertas merupakan hasil dari proses kreatifitas di Dongaji Batik. Nurohmad mengklaim menurut testimoni penggunanya, canting cap kertas buatannya berdasarkan testimoni dari pembatik cap di Wijirejo, Bantul, bisa sampai 800 lembar kain. Sedangkan satu lembar kain digunakan untuk 40 kali pencapan dan cap belum rusak.

Bahan kertas yang digunakan umumnya memakai limbah bungkus rokok, kertas karton lainnya berbahan dupleks, atau sesuai ukuran mata cap yang dikehendaki. Seperti pada pembuatan cap tembaga, kertas dipotong-potong dengan ukuran bidang cap, dibentuk sesuai motif yang diingini, memiliki tinggi kertas 1,5 cm yang ditempel pada gagang cap.

Nurohmad juga mengklaim bahan kertas yang digunakan akan makin kuat jika terkena malam panas. Perbedaannya dengan cap tembaga, canting cap kertas hanya bisa sekali ditempel pada bidang kain, tidak seperti cap tembaga yang bisa berkali-kali secara langsung penempelan malam di kain. Canting cap kertas untuk applied art olehnya dihargai mulai dari Rp 50 ribu s/d 300 ribu. Sedangkan untuk fine art Nurohmad mengaku belum ada harganya dan masih berupa memuaskan kesenangan seninya saja.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

WEBINAR BATIK, BATIN, MORALITAS DIGELAR LIVE DAN VIA ZOOM

INI MATERI PRESENTASI KOMARUDIN KUDIYA DALAM WEBINAR BATIK, BATIN, DAN MORALITAS

Contoh sertifikat halal yang dimiliki Balai Besar Kerajinan Batik

MENGENAL SERTIFIKAT BATIK HALAL