Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia menggelar seminar live dan zoom tentang Batik, Batik, Moralitas, (14/12). Menghadirkan pembicara seperti Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang M.A, Prof. Dr. Kasiyan M.Hum., Afif Syakur, dan Dr. Komarudin Kudiya S.IP., M.Ds., pembahasan seminar ini mengupas tentang kisah batik dulu dan batik saat ini sebagai bagian dari wajah budaya Indonesia.

Seminar ini mengangkat batik yang bukan tentang kain atau motif, tetapi wujud dair keindahan, filosofi yang disusupkan dalam coraknya, serta identitas budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai warisan dunia, seni batik memiliki peran besar dalam menggambarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap goresan dan warna.
Di tengah perkembangan zaman, masih banyak yang belum memahami sepenuhnya makna, filosofi, dan praktik seni batik. Ada perbedaan pandangan tentang asal-usul batik, bahan yang digunakan, dan bahkan batasan antara batik asli dan tiruan.
Semua itu menunjukkan bahwa masih banyak yang harus dipelajari dan dipahami tentang warisan budaya yang luar biasa ini. Melalui pemaparan para ahli dan praktisi batik, pemirsa ditunjukkan fakta bahwa kreativitas batik terus bertumbuh dalam bentuk temuan-temuan teknologi batik hingga menambah literasi tentang batik Indonesia.
Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang M.A mengulas kembali tentang makna dan filsafat batik. Sedangkan Prof. Dr. Kasiyan M.Hum. mengungkap realitas pendidikan dan masyarakat batik yang tumbuh di Indonesia.
Afif Syakur pemilik usaha APIP’S Kerajinan Batik mengingat ulang bagaimana fungsi batik mewarnai kehidupan manusia. Serta Komarudin Kudiya membeberkan praktik batik Indonesia dari masa ke masa berikut inovasi-inovasi yang dilakukannya.
Secara keseluruhan, seminar ini membahas upaya-upaya yang telah dilakukan dan akan dilakukan untuk terus mensosialisasikan batik sebagai produk unggulan khas Indonesia serta usaha yang meningkatkan taraf hidup perajinnya.

