Hari kedua Discovering National Road of Java, rombongan riding tour Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum menyusuri ruas Jalan Daendels atau Jalan Pos mulai dari Cianjur hingga Cirebon. Di ruas ini, riding tour melintasi jalur tersohor yakni Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat.
Kepala Bidang Preservasi Wilayah I Balai Besar Pelaksaan Jalan Nasional DKI Jakarta – Jawa Barat, Indra Rismawansyah hadir menyambut rombongan riding tour Discovery National Road of Java 2024 di Rumah Makan Cahaya Sari, sambil menjelaskan tentang kondisi ruas Cadas Pangeran sebagai salah satu titik ruas jalan nasional penghubung Bandung-Sumedang-Cirebon.
Ruas Cadas Pangeran merupakan titik ruas Jalan Daendels atau Jalan Pos yang dibangun pemerintah Hindia Belanda tahun 1808 – 1811.
“Di Cadas Pangeran ini ada suatu kondisi atau struktur sepanjang 1,8 km yang namanya Cantilever Cadas Pangeran. Jalan ini pernah longsor dan cantilever merupakan penanganan terakhir untuk mengantisipasinya.”
Indra menjelaskan penanganan cantilever ini dilakukan sepanjang 2022 hingga 2024 untuk mengantisipasi beberapa masalah keretakan.
“Pada tahun 2024 ini telah selesai penanganan cantilever tersebut, sehingga siap untuk menyambut pengguna jalan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).” tandasnya.
Rombongan riding tour Discovery National Road of Java 2024 melintasi marka kuning Cadas Pangeran untuk menuju ke titik pemberhentian selanjutnya, yakni Kota Cirebon.
Kisah Cadas Pangeran
Sejarah Cadas Pangeran tidak lepas dari kisah pembangunan Jalan Daendels atau Jalan Pos yang dibangun pada tahun 1808 oleh kolonial Belanda di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Ambisi Daendels adalah membangun akses jalan penghubung di Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan, dari barat sampai ke timur.
Pada masa pembangunan Cadas Pangeran Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memerintahkan warga Sumedang, dari Garut, Tasikmalaya, Subang dan Indramayu untuk turut serta dalam pembangunan jalan.
Karena perlakuan Hindia Belanda terhadap rakyat yang dipekerjakan hingga banyak ribuan pekerja yang tewas, Pangeran Kusumadinata XI atau Pangeran Kornel, Bupati Sumedang, menjabat tangan Daendels dengan tangan kiri karena tangan kanannya memegang hulu keris.
Kisah tersebut diabadikan menjadi monumen yang terletak di pintu masuk Jalan Cadas Pangeran (dari arah Bandung, menuju Sumedang). Pangeran Kornel malah menerima jabatan tangan itu dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya hendak menghunus keris di pinggang bagian kanan.

