https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

STRATEGI APPBI UNTUK PERAJIN BATIK BERTAHAN SAAT DAYA BELI TURUN

Komarudin Kudiya and his wife

Ketua Umum Asosasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) Komar Kudiya berbagi strategi kepada para perajin batik di dalam negeri untuk tetap bertahan di tengah daya beli masyarakat yang turun.

Komarudin Kudiya dan istri
Komarudin Kudiya dan istri

Menurutnya para perajin batik harus menciptakan karya yang tetap bisa dijangkau oleh ekonomi masyarakat saat ini hingga para perajin tetap bisa mendapatkan pemasukan, di samping dari produk-produk yang memiliki nilai seni tinggi atau dikenal sebagai produk artisan.

“Selain tetap konsisten memproduksi batik-batik yang menengah ke atas, yang masterpiece. Kita juga harus memulai, jangan terlalu idealis dengan target yang harus dikejar. Jadi kita memproduksi juga batik-batik yang menengah ke bawah. Segmen menengah ke bawah itu harus kita isi juga,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2024.

Baca: Ada Trusmi Di Bandung

Hal tersebut juga dapat dijadikan strategi bertempur dengan batik-batik “palsu” yang marak beredar di masyarakat dalam negeri dan luar negeri yang menjadi momok merugikan para pelaku industri mikro.

Padahal batik yang sesungguhnya entah itu batik tulis atau batik cap yang ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda UNESCO itu memang diwajibkan untuk diproses menggunakan lilin atau malam.

Agar tidak kalah bersaing dengan penjual batik yang nakal tersebut, perajin batik lokal juga harus bisa mengisi pasar segmen kelas bawah hingga menengah.

Tidak perlu motif-motif yang terlalu rumit, perajin bisa menghasilkan batik tulis atau batik cap dengan motif sederhana sehingga produknya tetap bisa menjadi produk ekonomi dan tetap menjadi pilihan masyarakat dari berbagai kalangan.

“Yang harus mengisi ya kita-kita ini (perajin lokal). Misalkan kalau kita hanya kejar yang mahal-mahal saja, kasihan nanti. Sementara kita tahu persaingan dengan yang fake-nya itu, yang palsu-palsunya ini semakin banyak sekali. Semakin tidak bisa dibendung,” tambahnya.

Kemampuan adaptasi perajin batik terhadap gejala sosial dan ekonomi dewasa ini butuh kepekaan lebih. Di sisi lain, peran pemerintah juga sangat penting untuk memberikan payung hukum yang berpihak pada para perajin batik.

Salah satu payung hukum yang perlu diciptakan ialah terkait dengan pentingnya mendaftarkan Batik Mark Indonesia yang menjadi tanda atau identitas batik khas Indonesia sebagai produk kekayaan intelektual.

Sehingga ke depannya batik yang tidak memiliki BMI dan tidak memenuhi standar tidak lagi bisa beredar sembarangan di pasar sehingga batik asli bisa merajai pasar di dalam negeri.

“Karena banyak itu yang menjual di media sosial ada embel-embel ini batik tulis, ini batik sutra, dan segala macamnya. Tapi kenyataannya bukan. Ya bagaimana yang seperti itu dibendung? Ditegurkah? atau kemudian disuratikah? Maka dari itu perlu ada payung hukumnya,” sergahnya.

Sumber

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di:

News & Event

Batik Fashion

Batik Crafter

Batik Story

Inspirasi

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Penunjuk Lokasi Kampung Batik Cibuluh

MENGENAL KAMPUNG BATIK CIBULUH BOGOR

Membatik bukan sekadar seni, tapi guru kehidupan: mengajarkan kesabaran, ketekunan, keberanian, dan makna di balik setiap proses.

MENAKAR BATIK SEBAGAI ALAT INVESTASI