Untuk meningkatkan serta membangun kewirausahaan di bidang batik, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangannya menjalin kerjasama dengan Komarudin Kudiya, pemilik usaha Batik Komar di Bandung.

Kegiatan ini berbentuk kerjasama dalam usaha peningkatan kemampuan perajin batik Kabupaten Fakfak dengan cara magang industri batik, memberikan dukungan bantuan dan penyediaan bagan serta alat-alat produksi membatik, dan menyediakan instruktur batik untuk melatih pembatik dan calon pembatik di wilayah Kabupaten Fakfak.
Komarudin Kudiya menceritakan sebelum dirinya diundang ke Fakfak, terlebih dahulu beberapa perwakilan perajin batik asal Fakfak magang industri di workshop-nya selama satu bulan lamanya.
“Setelah mereka selesai magang, kelanjutan programnya adalah saya diundang untuk memberikan pelatihan di sana.”
Komarudin Kudiya bertolak ke Fakfak 16 November lalu, disambut di Bandara Siboru oleh Kepala Seksi Perindustrian Kabupaten Fakfak, Imelda. Lokasi kegiatan pelatihan membatik berada di Distrik Bomberai, 3,5 jam dari Kota Fakfak. Wilayah tersebut merupakan daerah transmigrasi yang disediakan kabupaten setempat. Daerah transmigrasi tersebut dihuni 70%-nya oleh masyarakat asal suku Jawa.

“Subhanallah, ketika sudah sampai di lokasi, kami disambut dengan bahasa Jawa yang sangat kental dan halus sekali. Pesertanya 70 % turunan dari Jawa dan sebagian lagi dari masyarakat Fakfak.”
Selama beberapa hari ke depan Komarudin Kudiya memberikan materi pelatihan batik bagi warga masyarakat di Distrik Bomberai, Papua Barat. Tujuan utama dari kegiatan tersebut tentunya untuk memunculkan sumberdaya manusia yang memiliki skill membatik dan berkontribusi dalam perekonomian dan citra batik lokal.

