https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Batik Complongan Indramayu Jadi Sorotan di Gelar Batik Nusantara 2023

Yayasan Batik Indonesia (YBI) sebagai penyelenggara Gelar Batik Nusantara 2023 menyoroti batik complongan Indramayu. “Setiap tahun, kami selalu menampilkan kreasi batik. Tahun lalu batik nitik dari Yogyakarta, dan tahun ini batik complongan Indramayu,” ujar Ketua Pelaksana GBN 2023 Diana Santosa.

“Pertimbangannya banyak (sampai akhirnya menonjolkan batik complongan),” lanjutnya. “Pertama, mereka sudah mendapatkan pengakuan Indikasi Geografis. Lalu saat ke sana, (kami lihat) itu pembatiknya sudah sedikit.”

“Akhirnya (kami) tergelitik bagaimana membangkitkan pasarnya, supaya orang-orang membatik kembali. Sayangnya, mereka memang kurang beruntung. Karena tol, pelanggan mereka berkurang,” ia menyambung.

Yayasan Batik Indonesia mengaku akan melanjutkan pemberdayaan dengan pendampingan yang tidak hanya seputar pengetahuan batik, tapi juga bisnis secara relevan. “Size-nya (bisnis batik) kan tidak harus terlalu besar,” katanya.

Di lain hal, Kementerian Perindustrian menyebut bahwa mereka terus mendorong, terutama nilai ekspor batik. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa nilai ekspor batik terus membaik dari tahun ke tahun.

Di pidato pembukaan, Menperin, yang tampil dengan jas batik, mengatakan, “Menurut data olahan BPS (Badan Pusat Statistik), nilai ekspor batik dan produk batik pada 2022 mencapai 64,56 juta dolar AS. Angka itu menjukkan 35 persen kenaikan dari tahun 2021.”

Sementara itu, nilai ekspor tahun ini, tercatat sampai April 2023, yakni 26,7 juta dolar AS. “Ini akan terus kami tingkatkan,” sebut Agung. “Targetnya akan mencapai 100 juta dolar hingga akhir tahun ini.”

Untuk menguatkan ekosistem batik Indonesia, ia menyebut bahwa sejauh ini, pihaknya telah menetapkan empat pengakuan Indikasi Geografis batik. Keempatnya adalah Batik Tulis Nitik Yogyakarta, Batik Bengkulu, Sarung Batik Pekalongan, dan Batik Tulis Complongan Indramayu.

“Tahun ini, akan ada tambahan dua indikasi geografis batik, yaitu Batik Sogan Solo dan Batik Tuban,” kata Menperin. Ini dilakukan dalam upaya melindungi hak kekayaan intelektual pada motif batik yang ciri khas suatu daerah.

“Kami juga mendorong komunitas batik agar mendaftarkan (hak kekayaan intelektual) produknya ke Kemenkum HAM,” sebutnya.

Di samping, mereka juga menyosialisasikan industri batik yang ramah lingkungan dengan merilis buku berjudul “Mengenal Industri Batik Ramah Lingkungan” yang diharapkan bisa jadi pedoman pelaku industri batik dalam bertransformasi menuju “bisnis hijau.”

Untuk diketahui, batik Complongan merupakan salah satu seni membatik para perajin batik Indramayu sejak jaman dulu. Complongan sendiri merupakan suatu teknik dalam membatik yang sangat unik dengan cara melubangi kain menggunakan jarum hingga membentuk motif dan memiliki ciri khas warna alami.

Istilah Complongan memang berasal dari bahasa Indramayu yang artinya melubangi. Pada proses pewarnaan kain batik nantinya, lubang halus yang ada di kain tersebut akan hilang.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Inspirasi Batik Untuk Karya Desain Interior

Istana Berkebaya

Istana Berkebaya, Salam Cinta Dari Industri Mode Indonesia