in

KJRI Kuching menggelar Harmoni Kemerdekaan untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia dengan Malaysia dan Brunei lewat seni dan budaya.

KJRI Kuching menggelar Harmoni Kemerdekaan untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia dengan Malaysia dan Brunei lewat seni dan budaya.
KJRI Kuching menggelar Harmoni Kemerdekaan untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia dengan Malaysia dan Brunei lewat seni dan budaya.

Kuching – Indonesia memperkuat diplomasi budaya dengan Malaysia dan Brunei Darussalam melalui gelaran Harmoni Kemerdekaan yang menampilkan beragam seni dan budaya Nusantara di Kuching, Sarawak. Kegiatan yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching pada Selasa malam (5/8/2026) tersebut menjadi ruang pertemuan masyarakat dan tokoh dari ketiga negara sekaligus mempererat hubungan persahabatan di kawasan Pulau Kalimantan.

Harmoni Kemerdekaan digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Sejumlah delegasi seni, antara lain Saung Akar Budaya, Cahaya Ladara Nusantara, dan Komite Seni Budaya Nusantara, tampil membawa berbagai pertunjukan yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Sarawak serta tamu dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Konsul Jenderal RI di Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli, mengatakan perayaan kemerdekaan tahun ini memiliki makna khusus karena dilakukan bersama para sahabat dari Sarawak, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Ia menilai seni dan budaya dapat menjadi sarana efektif untuk membangun hubungan antarmasyarakat.

“Saya berharap seni dan budaya dapat terus menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan warisan budaya Indonesia kepada dunia,” ujar Abdullah dalam sambutannya.

Acara tersebut turut dihadiri Konsul Jenderal Brunei Darussalam di Kuching, Sheikh Abdul Mahdani Abdul Gani; Direktur Kantor Wilayah Kementerian Luar Negeri Sarawak, Duta Besar Hendy Assan; Wakil Sekretaris Negara Bagian Sarawak, Datuk Seri Dr. Muhammad Abdullah Zaidel; Wali Kota Kuching Utara (DBKU), Datuk Hilmy Othman; serta Chief Executive Officer Sarawak Arts Council, Dr. Suffian Jalet.

Malam budaya diawali dengan Tari Golek Widyaningtyas, tari klasik Yogyakarta yang merepresentasikan kelembutan, keanggunan, dan keluhuran budi. Pertunjukan tersebut kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana yang menampilkan kebaya, batik, serta busana kasual bernuansa Indonesia dari koleksi Agnes Budi Surya dan Kebaya Vinona.

Pertunjukan angklung turut menjadi bagian dari rangkaian Harmoni Kemerdekaan. Alat musik berbahan bambu tersebut telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dan dikenal merepresentasikan nilai kebersamaan serta harmoni.

Melalui Harmoni Kemerdekaan, KJRI Kuching tidak hanya menghadirkan perayaan seni, tetapi juga memperkuat diplomasi publik Indonesia melalui budaya. Pertunjukan seni, fesyen, batik, kebaya, dan musik tradisional menjadi medium untuk memperkenalkan identitas Indonesia sekaligus membangun kedekatan masyarakat di kawasan Borneo.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Lebih dari 1.100 siswa Australia mengenal batik, angklung, kuliner, dan bahasa Indonesia melalui program Indonesia Goes to School di Sydney. (Foto: KJRI Sydney)

Diplomasi Budaya Indonesia di Australia, 1.100 Siswa Kenal Batik dan Angklung Lewat Indonesia Goes to School