Produk batik khas pesisir utara Jawa kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Melalui Rumah BUMN Rembang yang dikelola bersama PT Semen Gresik dan induknya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, UMKM unggulan berhasil tampil memukau dalam ajang Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center pada 4–8 Februari 2026.
Mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, pameran ini menghadirkan lebih dari 1.000 UMKM dari seluruh Indonesia. Sorotan utama tertuju pada peran perempuan dalam industri kriya, termasuk para artisan batik yang menjadi tulang punggung produksi wastra tradisional.
Dalam kesempatan tersebut, RB Rembang menghadirkan konsep “Lasem Eksotis” dengan menampilkan Batik Tulis Pulomas bersama 14 perajin batik tulis asli Kabupaten Rembang. Kehadiran mereka menjadi representasi kuat karakter batik Lasem yang dikenal dengan warna berani dan filosofi khas budaya pesisir.
Selama lima hari penyelenggaraan, stan RB Rembang mencatatkan omzet hingga Rp150 juta. Antusiasme pengunjung datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Bahkan, seorang pembeli asal Myanmar memborong 50 helai kain batik tulis untuk dipasarkan kembali, menandakan tingginya daya tarik batik Lasem di pasar global.
Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan UMKM. Menurutnya, partisipasi dalam pameran internasional menjadi langkah strategis dalam membuka akses pasar yang lebih luas.
“Inacraft bukan hanya ajang promosi, tetapi juga momentum mempertemukan UMKM dengan buyer potensial, termasuk dari luar negeri,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tema womenpreneurs selaras dengan komitmen perusahaan dalam mendorong peran perempuan sebagai penggerak ekonomi. Sebagian besar artisan batik yang terlibat merupakan perempuan, yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan daerah.
Sementara itu, pemilik Batik Tulis Pulomas, Ponti Anik, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut kehadiran pembeli internasional menjadi motivasi besar untuk terus menjaga kualitas dan konsistensi produksi batik tulis Lasem.
Keikutsertaan dalam Inacraft 2026 ini tidak hanya memperkuat posisi batik Lasem sebagai warisan budaya bernilai tinggi, tetapi juga membuktikan bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing di pasar global.
Sebagai bagian dari ekosistem industri nasional, PT Semen Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui prinsip Triple Bottom Line: People, Profit, dan Planet. Dengan sinergi antara industri dan UMKM, batik tidak hanya lestari sebagai budaya, tetapi juga tumbuh sebagai kekuatan ekonomi masa depan.
Sumber: Antara

