https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

UGM ajak mahasiswa dunia belajar batik sambil memahami keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.

Kursus musim panas internasional UGM ajak mahasiswa dunia belajar batik sambil memahami keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.

Di bawah langit Wukirsari yang cerah, puluhan mahasiswa dari berbagai negara datang menyusuri Kampung Batik Giriloyo untuk belajar batik. Mereka bukan sekadar wisatawan, melainkan peserta International Summer Course on Interprofessional Healthcare yang diselenggarakan FK-KMK UGM bersama FKG dan Fakultas Farmasi UGM. Tahun ini, program tahunan tersebut mengangkat tema yang relevan bagi masa depan kesehatan global: “Promoting Resilient Workplaces and Sustainable Environments for Global Health Equity.”

Kursus musim panas internasional UGM ajak mahasiswa dunia belajar batik sambil memahami keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.
Kursus musim panas internasional UGM ajak mahasiswa dunia belajar batik sambil memahami keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.

Mahasiswa dari Belanda, Thailand, Pakistan, Myanmar, hingga sejumlah kampus di Indonesia tampak antusias mengikuti setiap sesi. Di antara aroma malam panas dan goresan canting, mereka mempelajari hal yang tak biasa ditemukan dalam ruang kuliah—bagaimana praktik membatik mengandung pelajaran penting tentang keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.

Johan, peserta dari Belanda, terlihat serius saat mencoba menorehkan malam di atas kain. “Menyenangkan sekali, tapi panasnya lilin cukup berisiko. Sarung tangan sepertinya penting agar tidak terbakar,” ujarnya. Pendapat serupa datang dari Michelle, mahasiswa Belanda lainnya. Baginya, membatik adalah seni yang indah sekaligus menantang bagi tubuh. Ia menyarankan peregangan rutin agar para perajin tetap nyaman. “Duduk terlalu lama tidak baik. Postur punggung harus dijaga,” katanya.

Program kursus ini tidak hanya membahas teknik membatik, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai kesehatan global. Wakil Dekan FK-KMK UGM, Dr. Ahmad Hamim Sadewa, menyampaikan bahwa tahun ini adalah momentum 10 tahun kolaborasi dengan Vrije Universiteit Amsterdam. “Ada banyak pandangan yang bisa dipertukarkan, terutama terkait kesetaraan kesehatan global,” ungkapnya.

Kursus musim panas internasional UGM ajak mahasiswa dunia belajar batik sambil memahami keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.

Tema resilient workplace juga dijelaskan lebih dalam oleh Dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih. Ia menekankan pentingnya memahami risiko kerja dan mitigasinya, termasuk pada profesi kreatif seperti batik. “Pencegahan sama pentingnya dengan pengobatan,” ujarnya.

Mahasiswa juga diajak mengamati langsung proses kerja perajin. Dr. Abdul Wahab, Koordinator Lapangan, menuturkan bahwa kunjungan ke Giriloyo menjadi bagian dari rangkaian program yang juga mencakup pusat kesehatan masyarakat dan kegiatan budaya. “Mereka melihat bagaimana langkah keselamatan diterapkan untuk mencegah penyakit dan cedera akibat pekerjaan,” katanya.

Kunjungan semakin hidup dengan penjelasan Tiyastiti Suraya, pengelola desa sekaligus penjaga tradisi Giriloyo. Ia memperkenalkan sejarah batik lokal, termasuk pengakuan Desa Batik Giriloyo sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia pada 2024.

Di antara tawa, diskusi lintas budaya, dan goresan canting yang tak sempurna, para peserta pulang dengan lebih dari sekadar selembar kain batik. Mereka membawa pemahaman baru: bahwa kesehatan, budaya, dan keberlanjutan bisa bertemu dalam satu ruang kecil—sehelai kain yang ditulis dengan hati dan dilatih dengan prinsip-prinsip keselamatan kerja.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

OKK PWI Jaya 2025 hadir dengan ujian tertulis perdana untuk memperkuat kompetensi, etika jurnalistik, dan profesionalisme calon anggota.

OKK PWI Jaya Tekankan Etika, PD/PRT, dan Penilaian Tertulis untuk Seluruh Peserta

Kisah Denica Riadini-Flesch membangun wastra Indonesia: gerakan mode bertanggung jawab yang menyejahterakan perajin dan memulihkan alam.

Kisah Denica Riadini-Flesch Memulas Wastra Indonesia