Bandung, Juli 2026 – Sindikasi Media Network (SMN) bersama de Braga by ARTOTEL mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Bandung, sebagai bagian dari rangkaian eksplorasi destinasi sejarah dan budaya di kawasan Braga. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi sejarah sekaligus memperkenalkan potensi wisata heritage yang menjadi daya tarik utama Kota Bandung.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak menelusuri perjalanan bersejarah Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada 18–24 April 1955 di Gedung Merdeka. Melalui tur edukatif yang dipandu oleh edukator museum, peserta memperoleh pemahaman mengenai latar belakang penyelenggaraan konferensi, peran Indonesia sebagai tuan rumah, serta semangat solidaritas negara-negara Asia dan Afrika dalam memperjuangkan kemerdekaan, perdamaian, dan kerja sama internasional.
Pemandu menjelaskan bahwa Konferensi Asia Afrika merupakan konferensi internasional pertama yang mempertemukan 29 negara Asia dan Afrika. Saat itu, Indonesia bekerja sama dengan India, Pakistan, Burma (kini Myanmar), dan Ceylon (kini Sri Lanka) sebagai negara sponsor untuk menyelenggarakan pertemuan bersejarah tersebut. Konferensi lahir di tengah situasi dunia yang masih diwarnai kolonialisme, diskriminasi rasial, dan dampak Perang Dunia II, sehingga menjadi tonggak penting kebangkitan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
Selama berada di museum, peserta mengamati berbagai koleksi autentik, mulai dari perlengkapan jurnalistik yang digunakan wartawan pada 1955, dokumentasi persiapan Konferensi Asia Afrika, hingga foto-foto proses renovasi Gedung Merdeka dan kawasan Bandung menjelang pelaksanaan konferensi. Pemandu juga menjelaskan perubahan nama Jalan Raja Timur menjadi Jalan Asia Afrika sebagai penanda sejarah penyelenggaraan konferensi yang mengubah wajah Kota Bandung menjadi pusat diplomasi dunia.
Rombongan kemudian memasuki ruang Sidang Gedung Merdeka, lokasi berlangsungnya pembukaan dan penutupan Konferensi Asia Afrika. Di ruangan bersejarah tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai transformasi gedung yang awalnya merupakan tempat berkumpul masyarakat Belanda pada masa kolonial, kemudian diambil alih setelah Indonesia merdeka dan diresmikan Presiden Soekarno sebagai Gedung Merdeka pada 8 April 1955. Nama tersebut dipilih sebagai simbol kebebasan bangsa-bangsa dari penjajahan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen de Braga by ARTOTEL dalam menghadirkan pengalaman menginap yang terhubung dengan kekayaan sejarah dan budaya kawasan Braga. Berlokasi hanya beberapa langkah dari Museum Konferensi Asia Afrika, hotel ini mendorong tamu untuk tidak hanya menikmati kenyamanan akomodasi, tetapi juga mengeksplorasi berbagai situs bersejarah yang menjadi identitas Kota Bandung.
Bagi Sindikasi Media Network, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat publikasi mengenai warisan sejarah Indonesia sekaligus mengangkat potensi wisata heritage sebagai bagian penting dari ekosistem pariwisata nasional. Kolaborasi antara media, industri perhotelan, dan institusi budaya diharapkan mampu memperluas edukasi publik mengenai nilai-nilai Konferensi Asia Afrika yang hingga kini tetap relevan sebagai simbol persahabatan, kesetaraan, dan kerja sama antarbangsa.


