Musim Raya 2026 menjadi momentum istimewa bagi IWAN TIRTA dengan peluncuran koleksi terbarunya bertajuk Rupa Sunyata. Mengangkat filosofi Sunyata—konsep tentang kekosongan yang sarat potensi dan kesadaran—koleksi ini menawarkan cara pandang baru terhadap keindahan batik: bukan melalui detail yang ramai, melainkan lewat komposisi yang tenang dan tertata.
Dalam Rupa Sunyata, batik dihadirkan sebagai medium refleksi. Setiap motif, bidang, dan potongan dirancang dengan ruang visual yang lebih lapang, menciptakan kesan bersih, modern, sekaligus berkelas. Sentuhan minimalis membuat koleksi ini terasa ringan dipandang, namun tetap memiliki karakter yang kuat dan berwibawa.
Harmoni Rupa dan Sunyata dalam Bahasa Desain
Nama Rupa Sunyata memadukan dua makna yang saling melengkapi. “Rupa” merujuk pada bentuk dan manifestasi visual, sedangkan “Sunyata” menggambarkan ruang kosong yang bukan berarti hampa, melainkan penuh potensi. Dalam koleksi ini, keduanya diterjemahkan menjadi harmoni antara bentuk dan ruang.
Pendekatan desainnya tidak bergantung pada ornamen berlebih. Keindahan justru lahir dari ketenangan komposisi dan keseimbangan proporsi. Setiap elemen terasa terukur, memberi ruang bagi motif untuk tampil tegas tanpa kehilangan sentuhan elegan.
Motif Blocking yang Tegas dan Kontemporer
Salah satu kekuatan utama koleksi ini adalah penggunaan teknik batik motif blocking. Teknik ini menampilkan motif tanpa isen-isen atau detail pengisi di dalam garis luar, sehingga bentuknya tampak lebih jelas dan dominan.
Pendekatan tersebut menghadirkan tampilan yang clean dan modern. Pada beberapa desain, motif blocking dipadukan dengan lataran Galaran berupa garis-garis yang membangun tekstur visual. Perpaduan antara bidang kosong dan elemen garis menciptakan keseimbangan yang memperkaya tampilan tanpa terasa ramai.
Melalui eksplorasi ini, IWAN TIRTA memperlihatkan wajah batik yang segar—tetap berakar pada tradisi, namun relevan dengan selera masa kini.
Kolaborasi IWAN TIRTA dan RAJNIK dalam Semangat Tepa Slira
Koleksi Rupa Sunyata juga diperkuat melalui kolaborasi dengan RAJNIK, label sepatu dan aksesori handcrafted yang dikenal dengan siluet klasik dan detail presisi. Kolaborasi ini menghadirkan lini ladies footwear yang terinspirasi dari filosofi Rupa Sunyata.
RAJNIK mengangkat konsep Tepa Slira, prinsip Jawa tentang kesadaran diri dan kepekaan dalam menempatkan sesuatu secara tepat. Nilai ini diwujudkan melalui desain sepatu yang menitikberatkan keseimbangan bentuk, ritme, dan detail yang tidak berlebihan.
Siluet khas RAJNIK, Chimera, direinterpretasi menggunakan arsip batik warisan maestro Iwan Tirta, seperti motif Sarung Buketan, Blabag Balongan, dan Pagerwesi. Hasilnya adalah perpaduan harmonis antara kelembutan struktur feminin dan kekuatan tradisi batik.
Elegan untuk Pria dan Wanita Modern
Rupa Sunyata hadir dalam koleksi pria dan wanita dengan potongan bersih serta proporsi seimbang. Desainnya modern tanpa meninggalkan identitas budaya yang kuat. Karakter minimalisnya membuat koleksi ini fleksibel dikenakan untuk berbagai momen, termasuk perayaan Raya. Melalui Rupa Sunyata, IWAN TIRTA kembali menegaskan komitmennya dalam merawat warisan batik sekaligus membawanya melangkah ke ranah kontemporer. Koleksi ini tersedia di galeri IWAN TIRTA di Pondok Indah Mall, Plaza Senayan, dan Plaza Indonesia—menghadirkan pengalaman berbusana yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya makna.

