https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Menbud Fadli Zon Kunjungi Desa Bayan, Dapat Anugerahkan Gelar Adat dan Dorong Pelestarian Budaya

Menbud Fadli Zon kunjungi Desa Bayan, terima gelar adat Datu Pangeran Mas Dipati, dorong pelestarian budaya dan wisata warisan lokal.

Lombok Utara NTB — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Dalam kunjungan tersebut, Menbud Fadli Zon menghadiri prosesi adat yang memberikannya gelar kehormatan Datu Pangeran Mas Dipati kepada dirinya sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Bayan.

Fadli menyampaikan apresiasinya terhadap kekayaan warisan budaya Bayan yang masih terjaga. Ia menyoroti keberadaan rumah adat, lumbung pangan lokal, serta Masjid Kuno Bayan yang berdiri sejak abad ke-15.

“Masjid ini merupakan cagar budaya yang sangat layak menjadi warisan nasional. Di sini kita melihat akulturasi Islam dengan tradisi lokal yang tetap terpelihara hingga kini,” ujarnya.

Menurutnya, Desa Bayan menjadi contoh harmonisasi antara adat istiadat, tradisi, dan perkembangan agama. “Akulturasi budaya ini menunjukkan bagaimana Islam hadir dengan damai dan berpadu dengan budaya Nusantara. Warisan ini harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa,” tambahnya.

Menbud Fadli juga menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendukung upaya pelestarian budaya di Bayan melalui kolaborasi dengan pemangku adat, pegiat budaya, serta pemerintah daerah. “Kami ingin bekerja bersama masyarakat, penglingsir adat, dan pemerintah daerah agar warisan budaya Bayan tetap lestari dan dapat diperbaiki jika ada yang kurang,” katanya.

Ia berharap pelestarian budaya di Bayan tidak hanya memperkuat identitas masyarakat adat, tetapi juga mendorong potensi wisata budaya, religi, alam, dan sejarah. “Dengan pengelolaan yang baik, Bayan bisa menjadi tujuan wisata budaya yang hidup dan menghidupi masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Taufan Hunneman, eks aktivis 1998 kini Komisaris BUMN. Dari anak kolong, dunia energi, hingga batik sebagai simbol budaya bangsa.

Taufan Hunneman: Anak Kolong, Komisaris BUMN, dan Batik

PWI resmi kembali terdaftar di Kemenkum RI dengan AHU 2025. Proses digital cepat, pengurus baru siap satukan wartawan se-Indonesia.

PWI Resmi Kembali Terdaftar di Kemenkum, Akses AHU Sangat Cepat dan Mudah