in

Lukisan Kain Yang Menawan

SmallMeski teknologi printing kain berkembang pesat, cara manual punya sentuhan humanis yang tak tergantikan cita-rasanya. Semakin halus dibuat maka semakin punya estetika kuat.

Imajinasi dan tangan terampil pelukis menjadi andalah pembuatan lukisan pada kain yang dibentang membentuk bidang sesuai gawangan bambu sebagai frame pengikat kain. Tanpa sketsa, tanpa pola, ia langsung melukisnya di bidang kain tersebut. Tak takut salah dan terancam rusak, keterampilan tersebut didapat murni otodidak karena kesukaannya akan melukis. Bentuk gambarnya bermacam-macam, kebanyakan adalah bunga dan dedaunan yang disukai pembeli. Atraksinya dihadirkan sewaktu Semarang Fashion Parade 2014 silam di stand yang dimiliki Kain Lukis Nasrafa.

Di Jogja Fashion Week 2015, Dina Qoyimah pemilik Dina Collection menjelaskan perihal bisnis kain lukis yang belum mati hingga saat ini. Ia bersama sebagian warga Gamping, Sleman, Yogyakarta, memproduksi kain lukis dengan berbagai desain, dari jilbab, kain, sarung bantal, dompet, tas, hingga kotak tissue. “Kami membuatnya ada dengan pola dan ada yang langsung dilukis, tergantung keahlian pelukisnya,” ujarnya.

Tinta yang digunakan untuk melukis oleh kedua perajin tersebut disebutkan punya campuran khusus. Ini karena pewarna yang dikenakan terkait dengan fashion yang butuh perawatan dalam bentuk pencucian. Jika tintanya mudah luntur, maka produk mereka dianggap gagal. Dina Qoyimah bahkan berani bilang jika pencucian maupun penjemuran tidak akan merusak lukisan.

Pencampuran warna-warni cat pun punya keahlian khusus. Itu yang menjadi keunikan dari kain lukis ini. Semisal untuk mendapatkan warna-warni tertentu seperti magenta, percampuran warna pun dilakukan seksama. Bahkan mereka berani bermain dengan teknik gradasi warna. Media kain yang dilukis bisa berbahan katun, sutera, dan beberapa jenis kain lainnya. Tipe kain berpengaruh pula pada penyerapan cat.

Desainer-desainer yang rajin menggunakan kain lukis diantaranya dilakukan oleh Gee Batik milik Sugeng Waskito, Amin Hendra Wijaya dan bahkan Harry Dharsono. Kesamaan dengan batik tulis adalah sama-sama menggambar di media kain. Perbedaannya adalah, teknik melukis batik adalah merintangi dulu bidang gambar kemudian dilakukan pewarnaan. Sedangkan kain lukis dilakukan dengan cara menggambar langsung di kain yang telah memiliki warna.

Pada kombinasi kain lukis dan batik tulis, proses pertama dilakukan pembatikan, kemudian hasil akhir baru dilukis.

Sumber: Majalah BATIK On Fashion

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

membatik

Membatik Metal

spa manggis

Spa Manggis Membangkitkan Kecantikan Ala Sri Dyah Pitaloka