Musisi Korea-Amerika, eaJ Park (nama asli Park Jae Hyung), mencuri perhatian di Prambanan Jazz Festival 2025, yang berlangsung pada tanggal 4–5 Juli 2025, dengan penampilan ganda sebagai headliner.
Beraksi di malam pertama dan kedua, eaJ tampil penuh semangat di panggung megah yang dikelilingi nuansa Candi Prambanan. Dia sempat menyapa penonton dengan kagum, “Aku sangat bersyukur … tampil di sini dengan pemandangan candi yang indah.”
Sentuhan Batik: Kain Tradisional Jadi Aksesori Panggung
Sebagai penghormatan terhadap budaya lokal, eaJ memilih mengenakan kain batik yang dililitkan di pinggangnya pada kedua penampilan.
- Hari pertama: mengenakan setelan putih dengan kain batik cokelat terang, dipadukan dengan topi putih bertali batik.
- Hari kedua: bergaya dengan busana hitam dan aksesori kain batik yang berpadu harmonis.
Penampilannya mendapat sambutan meriah dari para penonton, yang antusias menyerukan nama eaJ saat dia menghormati warisan budaya Indonesia.
Menampilkan Lagu Baru & Cover Eksklusif
Selain penampilan visual yang unik, eaJ juga membawakan single barunya, “RED”, dari mini album terbaru yang dirilis akhir Juni 2025.
Tak berhenti di situ, pada Prambanan Jazz, ia membawakan cover pertama kali dari lagu “The Only Exception” milik Paramore, sebuah momen intim eksklusif hanya untuk festival tersebut.
Suarakan Solidaritas untuk Palestina
Di akhir salah satu penampilannya, eaJ menenangkan suasana dengan membawakan seruan damai “Free Free Palestine” yang langsung dibalas tepuk tangan dan sorakan penonton.
Kesan Mendalam dari Penampilan eaJ
Dari liputan VOI, eaJ sempat mengungkapkan perasaannya terhadap Indonesia:
“Saya sangat mencintai Indonesia … mereka membiarkan saya menjadi diri sendiri”.
Penampilannya di panggung Candi Prambanan tidak hanya sekadar konser, tetapi juga penghormatan budaya, yang semakin terasa melalui pilihan kostum batik dan interaksi yang emosional dengan penonton.
Momen Kebudayaan dan Energi Panggung
Perpaduan batik dan musik modern dari eaJ menciptakan momen estetika yang tak terlupakan di tengah latar bangunan bersejarah. Penonton merespon dengan antusias—menjadikan momen ini sebagai simbol penghormatan global terhadap budaya Indonesia.

