Motif Leungli terinspirasi dari cerita dongeng masyarakat Sunda Si Leungli. Dongeng ini bercerita tentang seorang gadis yang malang Nyi Bungsu Rarang, dalam kesendirian itulah, dia bersahabat dengan seekor ikan yang kemudian diberi nama Si Leungli .

Kebaikan hati perempuan itu terpancar pada diri Si Leungli, jawaban dari alam begitu runut, ia akan memberikan kebaikan saat diperlakukan secara baik.
Si Leungli ditangkap dan dibunuh oleh kakak si bungsu agar ikatan dengan Nyi Bungsu Rarang benar-benar lepas.
Kuburan Si Leungli setiap hari dibersihkan oleh perempuan sunyi ini.
Kelak, pada suatu hari, di atas kuburan ini tumbuh pohon berbuah emas.
Melak cabé jadi cabé, melak bonténg jadi bonténg, kebaikan yang kita tanam akan berbuah kebaikan, begitu juga sebaliknya.
Si Leungli merupakan simbol ekologis, hanya di lingkungan yang bersih, berair jernih, dan di perlakukan baik ikan-ikan dapat tumbuh berkembang.

