Motif Candramawat terinspirasi dari cerita dongeng Nini Anteh yang merupakan legenda dongeng Sunda yang mengisahkan bahwa bercak hitam yang tampak pada permukaan bulan purnama adalah seorang nenek yang tiada henti-hentinya menenun.

Nenek itu disebut Nini Anteh karena ia kelihatan sedang memintal benang kantih . Selama menenun, Nini Anteh selalu ditemani oleh seekor kucing kesayangannya yang bernama Candramawat.
Kain hasil tenunannya itu bila telah selesai akan diberikan kepada aki yang sedang menyadap di bumi . Kata ‘Mawat’ sendiri memiliki arti keberuntungan .

