https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Sayembara Film Kepahlawanan 2026 Dibuka, Sineas Diajak Hidupkan Sejarah Indonesia

Sayembara Film Kepahlawanan 2026
Sayembara Film Kepahlawanan 2026

Jakarta – Pemerintah resmi membuka Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 sebagai upaya mendorong lahirnya karya sinema yang mengangkat perjuangan bangsa pada periode 1945–1950. Program ini diharapkan memperkuat memori kolektif masyarakat sekaligus menghadirkan sejarah Indonesia dalam kemasan film yang relevan bagi generasi muda.

Program yang diluncurkan melalui Direktorat Film, Musik, dan Seni ini mengusung tema “Menyulam Ingatan, Merawat Kebangsaan: Menghidupkan Peristiwa Sejarah 1945–1950 dalam Sinema Kontemporer.” Tema tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan film bertema sejarah dan kepahlawanan yang tidak hanya memiliki kualitas artistik, tetapi juga menyampaikan nilai perjuangan, persatuan, kemanusiaan, dan kebangsaan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan film memiliki kekuatan besar sebagai media edukasi sejarah sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak kisah perjuangan Indonesia yang belum diangkat ke layar lebar, terutama peristiwa penting pada masa mempertahankan kemerdekaan.

Ia menjelaskan, selain perjuangan bersenjata, periode 1945–1950 juga mencatat kiprah diplomasi, ekonomi, pers, seni, dan kebudayaan yang layak diangkat menjadi karya sinema. Karena itu, para sineas didorong menghadirkan berbagai perspektif kreatif dengan tetap berpijak pada hasil riset sejarah serta didampingi para sejarawan.
Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti mengatakan program tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi antara insan perfilman, akademisi, arsiparis, sejarawan, penulis skenario, produser, dan sutradara. Seluruh proposal akan melalui proses seleksi administrasi, penilaian dewan juri, presentasi (pitching), pengembangan proyek, hingga pendampingan produksi secara profesional.

Sayembara dibuka bagi rumah produksi, perusahaan perfilman, komunitas film, maupun sineas Indonesia yang memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki rekam jejak produksi film. Selain memperoleh dukungan pendanaan, peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan penyempurnaan skenario, konsultasi bersama sejarawan dan budayawan, serta pendampingan produksi.

Kompetisi dibagi menjadi dua kategori, yakni film panjang berdurasi minimal 75 menit dan film pendek berdurasi 15–30 menit. Khusus kategori film pendek, peserta diminta mengembangkan cerita dari sejumlah peristiwa sejarah penting, seperti Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya, Agresi Militer Belanda, Gerilya Jenderal Soedirman, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), hingga perjuangan diplomasi dan ekonomi pada masa awal republik. Pendaftaran dibuka pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2026 melalui laman filmkepahlawanan.id.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Jakarta bidik 400 wisatawan Tiongkok melalui famtrip pariwisata premium dengan potensi devisa mencapai Rp8,71 miliar.

Jakarta Bidik 400 Wisatawan Tiongkok Lewat Famtrip Pariwisata Premium

Riset green batik mengungkap pengolahan limbah tak cukup menghilangkan warna, tetapi juga harus menekan toksisitas bagi lingkungan.

Riset Green Batik Ungkap Pengolahan Limbah Tak Cukup Hanya Hilangkan Warna