https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Mahasiswa UI Ciptakan UMKM-GO, Solusi Digital Berbasis AI untuk Dukung Pengembangan UMKM

Mahasiswa UI hadirkan UMKM-GO berbasis AI untuk bantu analisis usaha dan jembatani UMKM dengan investor secara efisien.


Inovasi digital kembali lahir dari kalangan mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Tiga mahasiswa Program Studi Bisnis Kreatif, Program Pendidikan Vokasi UI, menghadirkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama UMKM-GO, sebagai solusi untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mahasiswa UI hadirkan UMKM-GO berbasis AI untuk bantu analisis usaha dan jembatani UMKM dengan investor secara efisien.

Tim inovator yang terdiri dari Muhammad Fayadh, Adiba Khanza Aleyna Putri, dan Stevy Fiter Andina Simatupang ini tergerak untuk menjawab tantangan klasik yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya dalam hal analisis kelayakan usaha dan akses terhadap pendanaan.

Melalui UMKM-GO, pelaku usaha dapat memperoleh penilaian menyeluruh terkait kesiapan bisnis mereka. Platform ini mampu menyajikan skor kelayakan usaha yang dilengkapi dengan analisis mendalam serta rekomendasi strategis berbasis data. Dengan pendekatan ini, UMKM tidak hanya terbantu dalam meningkatkan kualitas manajemen, tetapi juga didorong untuk beralih ke pola pengambilan keputusan yang lebih objektif.

“Dengan memanfaatkan AI, platform UMKM-GO mampu memberikan analisis yang cepat, konsisten, dan dapat diakses oleh banyak pengguna,” ujar Muhammad Fayadh di Depok.

Tak hanya bermanfaat bagi pelaku usaha, UMKM-GO juga dirancang sebagai jembatan antara UMKM dan investor. Selama ini, banyak pelaku UMKM menghadapi kendala dalam menyediakan dokumentasi usaha yang memadai, sehingga menyulitkan proses penilaian oleh calon pemberi dana. Melalui sistem screening yang efisien, investor kini dapat lebih mudah menemukan UMKM potensial.

Inovasi ini juga menunjukkan pemanfaatan big data dalam mengolah dan menginterpretasikan informasi dalam jumlah besar menjadi insight yang bernilai. Dengan demikian, UMKM-GO tidak sekadar menjadi alat bantu digital, tetapi juga bagian dari solusi nyata dalam memperkuat ekosistem bisnis berbasis data.

Lebih jauh, UMKM-GO turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak, serta poin 9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur. Platform ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat infrastruktur digital sektor UMKM.

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Safrin Arifin, menyebut inovasi ini sebagai bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu menghadirkan karya yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.

Mahasiswa UI hadirkan UMKM-GO berbasis AI untuk bantu analisis usaha dan jembatani UMKM dengan investor secara efisien.

Meski demikian, tim pengembang menyadari adanya tantangan dalam implementasi, terutama terkait kualitas dan validitas data UMKM. Untuk mengatasi hal tersebut, mereka merancang sistem validasi sederhana guna menjaga akurasi analisis.

Ke depan, UMKM-GO diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keuangan, serta berbagai mitra strategis. Dengan dukungan tersebut, platform ini berpotensi menjadi alat penting dalam program pembinaan UMKM yang lebih terarah, inklusif, dan berbasis data.

Atas inovasinya, tim UMKM-GO berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang Ignite Future Fest National Essay & Business Plan Competition yang diselenggarakan di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Pencapaian ini sekaligus menegaskan peran UI sebagai ruang tumbuh bagi talenta kreatif yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Reportase: Aditya Hatmawan

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Diskusi tenun Sumba di KCBI Bandung ungkap makna “Tanah, Tangan, dan Tutur” sebagai filosofi wastra Nusantara sarat nilai budaya.

Diskusi Tenun Sumba di KCBI Bandung: Menggali Makna “Tanah, Tangan, dan Tutur” dalam Wastra Nusantara

Wali Kota Munjirin resmikan Bank Sampah Makasar Ceria untuk kurangi sampah dari sumber dan atasi overkapasitas Bantargebang. Munjirin tampak berbincang dengan Lurah Kebon Pala Dian Eka Harianti dan Ketua RW 09 Rohedi

Munjirin Resmikan Bank Sampah Makasar Ceria, Solusi Atasi Overkapasitas Bantargebang