https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Motif Batik Pencerahan Sidharta Gautama – Afif Syakur

Motif batik “Pencerahan Sidharta Gautama” Afif Syakur menghadirkan simbol mudra dan motif candi sebagai renungan spiritual menuju pencerahan.

Kurator: Abdul Syukur

Dalam khazanah seni batik kontemporer Indonesia, motif batik karya Afif Syakur berjudul “Pencerahan Sidharta Gautama” menghadirkan sebuah refleksi visual yang dalam mengenai perjalanan spiritual Sang Budha. Dengan medium batik tulis di atas kain katun berukuran 268 x 104 cm, karya ini bukan hanya sebuah objek estetika, tetapi juga sebuah ruang renungan, tempat ajaran-ajaran kebijaksanaan dipadatkan menjadi simbol, motif, dan warna.

Motif batik “Pencerahan Sidharta Gautama” Afif Syakur menghadirkan simbol mudra dan motif candi sebagai renungan spiritual menuju pencerahan.
Motif batik “Pencerahan Sidharta Gautama” Afif Syakur menghadirkan simbol mudra dan motif candi sebagai renungan spiritual menuju pencerahan.

Afif Syakur memulai karyanya dari pusat ajaran Budha: pencerahan. Peristiwa ketika Pangeran Sidharta mencapai pemahaman tertinggi—melampaui penderitaan, menemukan sebab-sebabnya, serta jalan pembebasan darinya—menjadi titik balik yang mendirikan agama Budha. Konsep transformatif itulah yang diterjemahkan Afif ke dalam bahasa rupa melalui sosok-sosok Budharupa yang tampil dalam berbagai mudra, gerak-tangan sakral dalam tradisi Budhis.

Setiap mudra menunjukkan aspek perjalanan Sang Budha. Abhaya Mudra, dengan telapak tangan terangkat, menghadirkan simbol keberanian dan perlindungan—sebuah pesan universal untuk melampaui rasa takut. Dharmacakra Mudra, yang menggambarkan memutarnya roda dharma, menjadi penanda pengajaran suci yang terus diwariskan. Varada Mudra menunjukkan kemurahan hati dan terpenuhinya harapan, sedangkan Dhyana Mudra adalah bentuk meditasi, konsentrasi, dan ketenangan batin. Puncaknya, Bhumisparsha Mudra menggambarkan momen monumental ketika Sidharta menyentuh bumi sebagai saksi pencerahannya.

Afif tidak sekadar menggambarkan mudra sebagai simbol kaku; ia menghidupkannya melalui struktur motif yang saling menguatkan. Di antara figur-figur Budharupa, tampak stupa, relief candi, bunga lotus, dan sejumlah ragam hias flora yang menandai kemurnian serta pertumbuhan spiritual. Lotus—yang tumbuh dari lumpur namun mekar tanpa noda—menjadi metafora utama dalam ajaran Budha, dan dielaborasi Afif sebagai simbol perjalanan manusia menuju kejernihan batin.

Latar kain dipenuhi susunan “batu candi”, diolah dengan isen-isen halus, tanahan berlapis, dan pola poleng alit yang digubah ulang. Tiap bidang dipadukan melalui teknik pewarnaan celup dengan permainan gradasi yang menghidupkan irama visual. Afif tampak sengaja membangun lanskap batin yang kompleks: padat, ritmis, namun tetap mengalir. Hasilnya adalah komposisi yang membawa penikmatnya masuk ke dalam suasana kontemplatif.

Di balik kerumitan motif dan simbol, karya ini mengajak kita untuk kembali pada inti ajaran Sang Budha: jalan tengah. Bahwa pencerahan tidak lahir dari ekstremitas, melainkan dari kesadaran, kebijaksanaan, etika, dan kemampuan melepaskan keterikatan. Afif menghadirkan pesan ini tidak melalui kata-kata, melainkan melalui repetisi garis, tatanan simbol, dan struktur visual yang mengalir tenang—sebuah meditasi dalam bentuk batik.

“Pencerahan Sidharta Gautama” bukan sekadar dokumentasi ajaran spiritual, melainkan cermin bagi setiap manusia yang mencari ketenteraman. Buah pemikiran dan teknik batik Afif Syakur menjadikan karya ini bukan hanya indah dilihat, tetapi juga menenangkan untuk direnungi. Ia adalah pengingat bahwa kedamaian batin dapat dicapai oleh siapa saja yang bersedia berjalan dengan penuh kesadaran.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Karya Sekarjagat Kembang Kopi dan Latar Pitu menampilkan keanggunan indigo, motif kopi, dan inovasi batik Nita Kenzo.

Sekarjagat Kembang Kopi & Kembang Kopi Latar Pitu – Nita Kenzo

Lesehan Batik Sewindu APPBI 2025 menghadirkan kisah nilai batik, dan refleksi mendalam tentang masa depan pembatik.

Lesehan Batik: Malam Keakraban Puspa Nuswantara Sewindu APPBI 2025