Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan peran penting seni rupa sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara seni rupa kontemporer seperti Art Jakarta 2025 dan berbagai pameran lainnya.
“Hal ini sejalan dengan visi ekonomi nasional untuk menjadikan kreativitas sebagai pilar pembangunan,” ujar Fadli Zon di Jakarta, Jumat (3/10). Menurutnya, seni rupa bukan hanya ekspresi budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif yang mampu membuka peluang kerja dan memperkuat identitas nasional.
Kementerian, lanjutnya, berkomitmen memperkuat ekosistem seni melalui kolaborasi antara seniman, lembaga pendidikan, pemerintah, mitra swasta, dan media. Kolaborasi lintas disiplin tersebut diharapkan memperluas jaringan internasional sekaligus menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni Indonesia.
Fadli juga menyoroti potensi besar Industri Budaya dan Kreatif (IKK) sebagai mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional. “IKK akan menjadi terminologi yang sering kita dengar ke depan, karena bersifat berkelanjutan dan membuka lapangan kerja bagi seniman, kurator, manajemen, hingga tenaga pendukung,” ungkapnya.
Dengan dukungan regulasi dan kebijakan yang tepat, seni rupa diharapkan dapat tumbuh sebagai sektor strategis yang tidak hanya menghidupkan ekonomi, tetapi juga memperkaya citra budaya Indonesia di mata dunia.

