Magelang — Upaya pelestarian dan promosi budaya lokal batik Magelangan mendapat perhatian nasional. Batik Magelangan resmi diluncurkan dalam Festival Batik Tiga Kota yang digelar di Gedung Smesco, Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, Kamis (2/10/2025).

Kota Magelang menjadi salah satu dari tiga kota yang dipercaya memperkenalkan batik khas daerahnya secara nasional, bersama Kota Malang dan Kota Pekalongan. Peluncuran ini menandai langkah penting dalam memperkuat identitas Batik Magelangan dan memperluas jangkauan pasarnya.
Ketua Dekranasda Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi agar Batik Magelangan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. “Kuantitas penting, tapi kualitas harus jadi prioritas. Kita perlu terus berinovasi dan menjaga kekhasan agar Batik Magelangan punya posisi kuat di pasar batik Indonesia,” ujarnya.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyebut momentum peluncuran ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya. Ia juga mengumumkan rangkaian kegiatan Hari Batik Nasional pada 22–26 Oktober 2025, termasuk Tari Sehat Batik dengan target peserta terbanyak se-Indonesia.
Selain tampil di Festival Batik Tiga Kota, Batik Magelangan juga hadir di ajang kerajinan terbesar Indonesia, INACRAFT 2025, di JCC Senayan, Jakarta. Paviliun Dekranasda Jawa Tengah menampilkan produk unggulan dari IKM Batik Iwing dan Ecoprint Amoeng Godhong asal Magelang, yang menarik perhatian pengunjung dengan motif khas seperti sepeda onthel, motor, peta, dan watertoren.
Motif-motif tersebut mencerminkan identitas dan keseharian masyarakat Magelang, menjadikan Batik Magelangan bukan sekadar karya tekstil, melainkan media ekspresi budaya yang memperkaya khazanah batik Indonesia.

