Jakarta — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington memperkuat diplomasi budaya Indonesia dengan merayakan Hari Batik Nasional di kantor pusat Bank Dunia, menegaskan pengakuan global terhadap batik sebagai warisan budaya takbenda dunia sejak ditetapkan UNESCO pada 2009.

“Batik lebih dari sekadar kain; itu adalah bentuk seni hidup yang dibentuk oleh pertukaran budaya selama berabad-abad, menopang mata pencaharian jutaan orang, dan melambangkan identitas Indonesia yang abadi,” ujar Duta Besar Indonesia untuk AS, Indroyono Soesilo, dalam siaran pers KBRI Washington, Jumat (3/10).
Perayaan tersebut menampilkan kekayaan tradisi Indonesia melalui pameran tekstil, musik, tari, kuliner, serta kerajinan tangan. Pengunjung juga dapat mengikuti lokakarya batik dan menyaksikan pertunjukan gamelan, angklung, dan kulintang oleh komunitas diaspora Indonesia di AS.
KBRI Washington menyoroti bahwa batik dan tekstil Indonesia kini hadir di berbagai lembaga budaya terkemuka di Amerika Serikat, seperti Museum Tekstil Universitas George Washington, Museum Seni Metropolitan New York, serta Galeri Seni Universitas Yale yang tengah menggelar pameran “Nusantara: Enam Abad Tekstil Indonesia” hingga Januari 2026.
Melalui kegiatan ini, KBRI Washington menegaskan komitmen Indonesia dalam melestarikan batik sebagai simbol persatuan, kreativitas, dan kearifan lokal yang diakui dunia.

