Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan industri batik nasional agar semakin berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menembus pasar global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut batik tidak hanya warisan budaya, tetapi juga sektor strategis yang menyerap tenaga kerja, meningkatkan ekspor, dan memperkuat identitas bangsa. “Kami mendukung inovasi, peningkatan kualitas, hingga teknologi ramah lingkungan agar batik Indonesia terus relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi menambahkan, arah kebijakan pengembangan batik difokuskan pada aspek keberlanjutan. “Melalui standardisasi dan sertifikasi, kami mendorong penggunaan bahan alami serta proses produksi ramah lingkungan, seperti pemanfaatan malam sawit,” jelasnya.
Sebagai bagian dari kampanye budaya, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) akan menggelar Batik City Run 2025 pada 12 Oktober di Yogyakarta, bertepatan dengan Hari Batik Nasional.
Kepala BBSPJIKB Jonni Afrizon mengatakan kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga kampanye budaya. “Batik City Run menyatukan gaya hidup sehat dengan kecintaan terhadap batik. Kami ingin generasi muda melihat batik sebagai identitas modern dan membanggakan,” ucapnya.
Ajang ini menghadirkan kategori lari 5K dan 3K dengan target 2.000 peserta, mengambil rute ikonik Benteng Vredeburg–Malioboro. Selain berlari, peserta akan menikmati parade kostum batik, demo membatik ramah lingkungan, pameran UMKM, hingga hiburan musik dan zumba.
Setiap peserta juga akan memperoleh jersey dan scarf batik eksklusif, medali, serta kesempatan memenangkan doorprize. “Dengan kombinasi olahraga, budaya, edukasi, dan hiburan, Batik City Run 2025 menjadi acara inklusif yang memperkuat kesadaran melestarikan batik,” tutur Jonni.
Event ini diharapkan meneguhkan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia dan mengingatkan kembali bahwa batik adalah warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO.

