https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Indonesia Serahkan Wastra Nusantara ke UNESCO, Tunjukkan Komitmen Pelestarian Budaya

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadly Zon (ANTARA)

PARIS – Pemerintah Indonesia menyerahkan empat jenis kain tradisional atau wastra Nusantara kepada Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) di Paris, Prancis, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam kunjungannya ke kantor pusat UNESCO, Rabu (16/7). Keempat kain tersebut merupakan karya desainer senior Edward Hutabarat dan dipilih untuk merepresentasikan keragaman dan kedalaman makna warisan tekstil Indonesia.

“Penyerahan ini merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga dan menghidupkan kembali budaya leluhur,” kata Fadli Zon dalam pernyataannya.

Kain-kain yang diserahkan antara lain motif batik Sawunggaling dari Jawa Tengah yang menggambarkan simbol kekuatan melalui figur ayam jantan, serta tenun Sumba yang dikenal dengan proses pembuatannya yang rumit dan mencerminkan nilai kegigihan serta kearifan lokal.

Wastra-wastra tersebut akan dipajang di Pojok Indonesia di kantor UNESCO sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Asisten Direktur Jenderal Administrasi UNESCO, Jennifer Linkins, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Indonesia. Ia menyebut penyerahan ini sebagai langkah konkret dalam merawat dan mempromosikan warisan budaya, serta menjadi contoh positif bagi negara anggota lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon juga menyampaikan bahwa kain tradisional Indonesia bukan sekadar produk tekstil, melainkan media ekspresi budaya yang menyimpan makna simbolik dan sejarah peradaban.

“Kebudayaan adalah ekspresi yang hidup. Setiap motif pada kain memiliki makna dan menjadi bahasa visual yang mempererat pemahaman antarbangsa,” ujarnya.

Kunjungan Menteri Fadli Zon ke Prancis merupakan bagian dari rangkaian acara diplomasi kebudayaan Indonesia yang juga meliputi kehadiran dalam perayaan Hari Nasional Prancis (Bastille Day) serta peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prancis.

Dalam kunjungan tersebut, Fadli juga bertemu dengan Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati dalam forum Dialog Budaya Strategis Prancis–Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan deklarasi kerja sama strategis di bidang museum, pelestarian warisan budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif sebagai sektor prioritas bersama.

Dialog budaya ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei lalu dan menandai peningkatan hubungan kerja sama bilateral di sektor kebudayaan.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Perajin Batik Sukabumi sedang merapikan hasil cap batik secara manual.

Ekspor Batik ke AS Terkena Tarif 19 Persen “Kesetiaan Konsumen” Tak Cukup Jadi Tameng?

Hustle culture dorong ambisi tanpa henti, tapi picu burnout dan krisis identitas. Saatnya bangun budaya kerja yang sehat dan seimbang.

Hustle Culture: Antara Ambisi dan Keletihan Kolektif