https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Meniti Harmoni Pasangan Jumat Wage dan Jumat Wage: Cermin Diri dan Keteguhan Hati

Guru Besar PPS Budi Sejati R. Karyono SP

Guru Besar PPS Budi Sejati R. Karyono SP kali ini ingin membeberkan tentang perjodohan yang cukup unik dan menarik—yakni pasangan yang sama-sama lahir pada hari Jumat Wage. Dalam tradisi kejawen, setiap hari dan pasaran memiliki nilai tertentu, dan pertemuan dua Jumat Wage menghasilkan nilai 10 (Jumat = 6, Wage = 4). Nilai ini menaungi mereka dengan bintang Jadi, yang memiliki karakter kuat dan khas.

Watak Kelahiran Jumat Pagi

Orang yang lahir pada Jumat Wage umumnya cocok dengan pekerjaan yang berkaitan dengan olah bumi. Pertanian, pertambangan, hingga dunia pertanahan adalah bidang yang memberi keberkahan. Mereka juga memiliki naluri dagang yang kuat. Namun, perlu diingat, wataknya cenderung tidak mau kalah bicara. Jika sudah berbicara, ingin menang, dan tidak suka ditekan—jika dikerasin, mudah marah.

Mereka punya jiwa menyendiri, suka belajar dan mencari ilmu, serta rela berkorban demi keluarga. Tapi di sisi lain, kadang suka maunya dilayani, bahkan bisa terlihat ceroboh (doso) walaupun tidak menyadarinya. Ini adalah tantangan dalam interaksi sosial mereka.

Saat terkena fitnah, mereka mudah bingung. Tapi di balik itu semua, mereka punya kesimpulian, atau martabat dan kedudukan. Namun perlu waspada—jika sudah punya posisi, bisa tumbuh kesombongan.

Jumat Wage juga dikenal pandai bicara, bahkan kata-katanya sering tepat sasaran. Tapi orangnya bisa meledak-ledak ketika marah, bahkan tidak bisa diajak berdiskusi saat emosi meluap. Di sisi lain, mereka ikhlas dan tulus, meski kadang sering terpeleset masalah, baik secara emosional maupun kehidupan.

Dalam hal rezeki, mereka dikenal dengan istilah “segoro waseso”—pekerja keras, hasilnya rapi dan membawa rezeki yang baik. Sayangnya, mereka juga rawan dengan istilah “duraben apesan”—bisa niah lebih dari sekali, tapi rawan gagal. Maka dari itu, penting untuk membangun rumah tangga yang kokoh dan saling memahami.

Warna, Arah, dan Hari Keberuntungan

Warna yang paling cocok adalah hitam, sebagai simbol keteguhan dan kestabilan. Arah keberuntungan berada di selatan dan timur, sedangkan hari jayanya adalah Rabu, bulan Mulud, dan hari naas atau kurang baiknya adalah Sabtu, bulan Sawal.

Rezeki Berdasarkan Usia

Nilai rezeki pasangan Jumat Pagi ini berubah tiap enam tahun. Berikut garis besar nilai rezekinya:

  • Usia 24–30: nilai 2
  • 30–36: naik ke 4
  • 36–42: turun ke 1
  • 42–48: tetap 1
  • 48–60: naik menjadi 5
  • 60–66: turun ke 2
  • 66–72: turun ke 1
  • 72–78: naik ke 5
  • 78–84: turun ke 2
  • 84–90: tetap 2
  • 90–96: naik ke 4
  • 96–108: turun kembali ke 1

Nilai-nilai ini bukan semata angka, tetapi simbol siklus hidup yang mencerminkan pasang surut keberkahan.

Pesan Bagi Pasangan Jumat Wage

Bagi sahabat yang sudah berjodoh dengan sesama Jumat Wage, mohon dipertahankan dan dijaga hubungan rumah tangga kalian. Perjalanan awal enam tahun adalah masa yang paling rawan. Oleh karena itu, saling memahami, mawas diri, dan menyadari kekurangan pribadi adalah kunci ketahanan rumah tangga.

Ingat, karakter kuat bukan untuk saling menjatuhkan, tapi untuk saling menopang. Kita tidak sedang membuka aib, tapi justru mengenali diri sendiri agar hubungan semakin kuat. Mudah-mudahan rumah tangga pemilik weton kelahiran Jumat Wage langgeng hingga akhir hayat.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kebaya Kembang milik Aprilin Widya tampil di Indonesian Fashion Week menghantarkan ketradisionalan kebaya bertemu masa kini.

Kebaya Kembang Aprilin Widya Tampilkan Elegansi Motif di Indonesia Fashion Week 2025

Konsep waktu masyarakat Timur bersifat siklikal, menekankan harmoni dengan alam, pengulangan peristiwa, dan makna spiritual tiap momen hidup.

Konsep Waktu dalam Pandangan Masyarakat Timur