https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Membaca Kecocokan Pasangan Jumat Keliwon dan Jumat Legi

Guru Besar PPS Budi Sejati R. Karyono SP

Perbincangan hangat kali ini, Guru Besar PPS Budi Sejati R. Karyono SP membagikan pandangan mengenai perjodohan berdasarkan weton, khususnya bagi pasangan yang lahir pada Jumat Keliwon dan Jumat Legi (Wage/Wadi). Apakah keduanya serasi atau justru penuh tantangan? Yuk, kita simak ulasannya!

Jumat Keliwon: Penuh Energi Tanah, Keras, Tapi Ikhlas

Menurut Mas Karyono, mereka yang lahir di Jumat Keliwon memiliki nilai neptu 14 (Jumat 6 + Keliwon 8), dengan bintang Sur. Karakter dasarnya adalah kuat, suka berdagang, dan cocok dengan pekerjaan yang berkaitan dengan bumiโ€”seperti pertanian, pertanahan, atau dagang. Orang dengan weton ini cenderung tegas dalam bicara, tidak suka kalah, dan memiliki arah rejeki dari Selatan dan Timur.

Sifat unik lainnya, mereka suka menyendiri, suka bertapa atau “medito”, dan punya banyak teman dekat yang nyaman diajak ngobrol. Namun, sifatnya bisa keras kepala dan agak susah didekati. Dalam rumah tangga, mereka dikenal sangat loyal, namun jika perempuan, biasanya cerewet dan berani menghadapi laki-laki. Mereka tergolong pribadi yang tidak mudah mengikuti orang lain, punya prinsip kuat, dan omongannya bisa dipercaya.

Tapi ada catatan penting: mereka cenderung keras kepala dan sering merasa benar sendiri. Oleh karena itu, pasangan harus ekstra sabar dan memahami cara komunikasi yang tepat. Warna keberuntungannya adalah putih, dan hari baiknya jatuh pada Rabu di bulan Sapar, sementara hari naasnya adalah Sabtu di bulan Ruwah. Kesehatan anak-anak, terutama di usia 12โ€“18 tahun, juga perlu diperhatikan ekstra.

Jumat Legi: Lembut, Narimo, Tapi Mudah Terpengaruh

Sementara itu, orang yang lahir pada Jumat Legi memiliki nilai neptu 11 (Jumat 6 + Legi 5), dengan bintang Dalu. Mereka dikenal lebih narimo, kalem, suka mencari ilmu, dan penuh unggah-ungguh. Cocok berdagang, arah keberuntungannya ada di Barat, dan mereka punya kecenderungan menyukai ketenangan serta menyendiri.

Namun, di balik sikap tenangnya, mereka juga mudah terpengaruh dan terkadang menjadi korban keisengan orang lain. Sosok ini bisa kuat secara spiritual, tetapi juga bisa tergoda materi atau lingkungan. Walau begitu, mereka ikhlas ketika susah, mudah bergaul, dan dikenal ringan tangan. Hari baiknya adalah Jumat di bulan Dzulqaidah, dan hari yang perlu dihindari adalah Selasa di bulan Jumat Legi. Warna yang cocok untuk mereka adalah mirah (merah muda keunguan).

Perjalanan Rezeki & Pesan Untuk Pasangan

Dalam hitungan kelipatan 6 tahun, rezeki mereka juga bisa dihitung. Bagi kelahiran Jumat Keliwon, puncak rezeki muncul di usia 24, 42, 60, dan 78. Nilai tertinggi rezeki dalam rentang ini adalah 5. Sedangkan Jumat Legi menunjukkan rezeki cukup stabil, dengan lonjakan tertinggi pada usia 24 dan 90, masing-masing bernilai 9.

Mas Karyono menutup penjelasan dengan pesan penuh makna:

โ€œBila sahabat kita sudah terlanjur berjodoh dengan pasangan yang lahir di Jumat Keliwon dan Jumat Legi, tolong saling pahami dan terima karakter masing-masing. Rumah tangga bukan soal mencari yang sempurna, tapi bagaimana kita menyempurnakan satu sama lain. Jangan tergoda menikah lebih dari sekali, dan jagalah kesehatan anak-anak serta keharmonisan sampai akhir hayat.โ€


Sahabat Disa Sangguru, semoga pencerahan dari Mas Karyono ini membawa manfaat untuk kita semua dalam membina rumah tangga yang lebih seimbang, harmonis, dan saling memahami. Sampai jumpa di episode berikutnya!


Butuh versi cetak majalah atau script video naratif? Saya siap bantu menyesuaikan!

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Rafi Shidqi, host batik terganteng di Tik Tok, merepresentasikan personal branding dan produk kini saling berkaitan.

Isu-Isu Batik Terviral Semester Pertama Tahun 2025

Batik Marunda tampil memikat di Indonesia Fashion Week 2025, bawa pesona pesisir Jakarta dan semangat budaya urban yang autentik.

Batik Marunda Bersinar di Indonesia Fashion Week 2025: Warisan Dari Pesisir Jakarta