
Pengaruh batik Yogya terhadap batik Tegal ditengarai mulai sejak Raja Amangkurat I dari Keraton Kasunanan Surakarta ketika melakukan pelarian di sekitar pesisi pantai utara Jawa hingga menetap lama di Tega Arum atau Tegal.

Keindahan batik pesisir utara di wilayah pesisir utara Jawa umumnya dikenal adalah Cirebon, Pekalongan, dan Lasem. Rentetan sejarah perjalanan batik Tegal yang terpengaruh mataraman justru berbeda dengan kebanyakan wilayah pesisiran utara tersebut. Dan bahkan batik Tegal memiliki ragam hias yang lebih merdeka dari asal-muasalnya yang punya warna coklat sogan. Kehadiran warna hijau pada batik Tegal meretas perkembangannya tersebut.
Dalam hal motif, batik Tegal menghasilkan motif Sekar Yos Sudarso, yang inspirasinya diambil potensi maritim, pelabuhan, ikan, perahu, melati dan patung Yos Sudarso. Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno menjelaskan motif batik Tegal yang tak sedikit dan merupakan perpaduan antara corak Mataram, Jepara dan pesisiran. Karena belum banyak dikenal, maka 11 tahun silam Pemerintah Kota Tegal berkomitmen mengangkat batik tulis khas Tegal melalui delapan

promosi. “Salah-satunya mewajibkan seluruh PNS, pegawai BUMD, BUMN serta perbankan untuk mengenakan batik tulis khas tegal sehari dalam satu minggu,” ujarnya.
Agar lebih optimal lagi, dimasa kepemimpinannya, Pemkot Tegal kerap menggelar lomba desain batik dan pagelaran batik, pelatihan membatik, dan pemberian penghargaan bagi maestro batik setempat. Bahkan bekerjasama dengan PT KAI untuk membatik gerbong kereta Tegal Bahari. Pada 28 Maret lalu, di Pendapa Wisma Kagama UGM Yogyakarta bersama PPBI Sekar Jagad, Pemerintah Kota Tegal memperkenalkan serta mempromosikan batik Tegal dalam tema Batik Tulis Khas Tegal. Di acara tersebut digelar pula pameran, bazaar, peragaan busana dan talk show.
Sumber: Majalah BATIK On Fashion

