Gelar Batik Nusantara 2015 usai digelar, sejumlah momentum dan testimoni telah ditinggalkan untuk motivasi pelestarian dan pengembangan batik Indonesia ke depannya.
Dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, gerakan mencintai dan mengenakan batik tak berhenti diutarakan. Industri yang telah berkontribusi terhadap ekonomi kerakyatan Indonesia ini banyak diharapkan terus masif bergiat dan berproduksi di tiap zamannya. Peran berbagai pihak pun harus terlibat dalam hal ini.
Dalam sambutan Menteri Perindustrian Saleh Husin, berharap melalui pameran yang bertema “Batik, Pemersatu Bangsa” ini dapat meningkatkan industri batik nusantara di kekinian serta mendukung Prakarsa Batik Bersih serta Batik Warna Alam Indonesia untuk menghasilkan batik ramah lingkungan serta pemanfaatan warna-warna alam hingga tidak saja industri ini bernilai ekonomis tetapi pula eco-friendly.
Tentang tema “Batik, Pemersatu Bangsa” dijelaskan lebih jauh lagi oleh Ketua Pelaksana Gelar Batik Nusantara 2015 Ratna Djoko Suyanto sebagai alat
pemersatu keragaman dan kemajemukan bangsa-bangsa dunia lewat kecintaan mereka terhadap batik yang selama ini telah tumbuh dan berkembang. Juga batik sebagai ikon nasional diharapkan tetap menjadi identitas kebangsaan yang mampu mempresentasikan negara Indonesia dimanapun berada.
Hal tersebut ditambahkan pula oleh Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Yultin Ginandjar Kartasasmita yang menyebutkan tema tersebut tepat mengingat batik sebagai aset bangsa Indonesia telah diakui oleh UNESCO, tahun 2009 lalu sebagai warisan budaya dunia takbenda. Ia juga berharap batik dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang kini tengah mengalami berbagai masalah sosial, bermasyarakat, dan bernegara.
Target dari acara GBN 2015 ini adalah memperluas fungsi batik, tidak saja sebagai produk hasta karya tetapi juga memperluas informasi dan edukasi batik sebagai produk eksklusif Indonesia yang anggun. Event ini diikuti oleh 350 peserta dari kalangan perajin batik.
Sumber: Majalah BATIK On Fashion

