Jakarta, 10 Juli 2025 — PINTU Incubator resmi meluncurkan Residency Program yang ditujukan bagi desainer muda asal Prancis. Program ini dirancang sebagai sarana kolaborasi budaya dan pengembangan profesional yang menggabungkan kreativitas Prancis dengan kekayaan tradisi Indonesia.

Peluncuran program ini dilakukan dalam konferensi pers di Summarecon Mall Kelapa Gading, Kamis (10/7). Program residensi ini merupakan bagian dari upaya PINTU untuk memperkuat pertukaran budaya, mentoring, serta eksposur pasar global melalui kolaborasi antara pelaku industri kreatif kedua negara.
“Residency Program adalah langkah nyata untuk memperdalam kolaborasi lintas budaya. Para desainer Prancis akan bekerja langsung dengan artisan Indonesia dan menjalani proses kreatif bersama,” ujar Thresia Mareta, Co-initiator PINTU Incubator sekaligus Founder LAKON Indonesia.
Selama tiga bulan, peserta program akan tinggal dan berkarya di dua wilayah Indonesia, mempelajari teknik batik di Jawa dan mengeksplorasi tenun tradisional dari wilayah timur. Dua desainer muda Prancis yang terpilih tahun ini adalah Kozue Sullerot dan Priscille Berthaud, yang menjalani magang di LAKON Indonesia dan akan mempresentasikan karya kolaboratif mereka di LAKON Store dan ajang internasional Premiere Classe Paris.
Sejak didirikan, PINTU telah menjaring lebih dari 10.000 merek, memilih 51 peserta terinkubasi, dan melibatkan 86 mentor ahli, termasuk 33 dari Prancis.
Soegianto Nagaria, Chairman JF3 sekaligus Co-initiator PINTU Incubator, menegaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari komitmen JF3 dalam mendorong kemajuan industri mode nasional.
“Selama lebih dari dua dekade, JF3 tidak hanya merayakan kreativitas, tapi juga berinvestasi di dalamnya dan mengarahkannya ke pasar nyata serta eksposur global,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, PINTU Incubator juga mengumumkan enam brand terpilih yang akan tampil di JF3 Fashion Festival 2025, yaitu: CLV, Dya Sejiwa, Lil Public, Nona Rona, Rizkya Batik, dan Denim It Up. Ketiganya akan menampilkan koleksi hasil proses inkubasi enam bulan dalam pertunjukan kolaboratif bertajuk “Echoes of the Future by PINTU Incubator featuring École Duperré”.
Kolaborasi ini turut melibatkan tiga siswa dari École Duperré Paris: Pierre Pinget, Bjorn Backes, dan Mathilde Reneaux, yang akan menampilkan koleksi bersama desainer Indonesia sebagai perayaan integrasi nilai tradisional dengan inovasi desain kontemporer.

