in ,

Pariwisata Wonosobo Kembali Dibuka

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagyo tengah menceritakan wisata Wonosobo di masa pandemi kepada media.
Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagyo tengah menceritakan wisata Wonosobo di masa pandemi kepada media.

Pariwisata Wonosobo tengah naik daun, tetapi pandemi Covid-19 menghadang hingga wisatawan surut menyambangi wisata-wisata menarik di Wonosobo. Hal yang kemudian menjadi dilematis di tengah Wonosobo menggenjot kunjungan wisatawan ke wilayahnya. Padahal wisata Wonosobo berhasil mendongkrak peluang usaha dan investasi.

Hal tersebut juga diungkap oleh Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagyo di Lobi Hotel Dafam Wonosobo (22/11) saat menyambut rombongan Himpunan Anak Media (HAM) Jakarta yang terdiri dari 20 media print dan online dalam rangka HAM Overland de Java. Sambil menyaksikan secara langsung pariwisata Wonosobo di tengah pandemi Covid-19.

“Secara pribadi, lebih suka tidak ada lockdown. Tetapi kita tetap disiplin menerapkan protocol kesehatan masing-masing personal. Jadi menurut saya yang namanya new normal itu adalah new habit alias kebiasaan baru,” ujarnya.

Ditambahkan olehnya bahwa Covid-19 akan terus ada dan diharapkan bisa hilang. Jika di lockdown, secara ekonomi akan habis.

“Karena Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Wonosobo adalah pariwisata, sebab multiplayer efek pariwisata ini sangat tinggi, dengan pariwisata maju akan banyak variabel seperti industri perhotelan, kuliner, seni dan lainnya yang pada akhirnya membawa kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Ia pun berharap new normal akan dipahami oleh masyarakat sebagai kebiasaan-kebiasaan baru untuk mematuhi protokoler kesehatan yang baku. “Jika setiap orang atau wisatawan sadar betul menjaga pentingnya kesehatan Insya Allah tidak perlu adanya lockdown. Dengan demikian sendi perekonomian dapat maju semua,” harap Agus.

Bulan November ini pariwisata Wonosobo sudah dibuka kembali setelah sebelumnya ditutup total dan melakukan protokoler kesehatan ketat untuk pengunjung.

“Dulu memang kita ketat sekali pernah ditutup lalu dibuka seperti di Telaga Warna yang pernah menerapkan wajib menunjukan rapid test untuk wisatawan yang berkunjung dan efeknya sepi, namun sekarang sudah dibuka kembali.”

Agus mengatakan dalam kondisi membuka kembali pariwisata Wonosobo, anggaran pariwisata 2021 baru dibahas di tingkat Provinsi, yang selama masa pandemi anggaran pariwisata di-refocusing ke penanganan COVID-19. Ia berharap pariwisata kembali mendukung Wonosobo keluar dari lingkaran cap daerah termiskin di Jawa Tengah yang berhasil dilakukan sebelumnya setelah 20 tahun terkungkung dengan julukan daerah termiskin. Dari awalnya 22 persen menjadi 16 persen.

Wonosobo memiliki destinasi yang lengkap mulai dari alam, sejarah, budaya, sampai religi. Mulai dari Dataran Tinggi Dieng, Telaga Warna, Geopark Kali Anget, Bukit Cinta Menjer, Gunung Prau, Bukit Sikembang, Lubang Sewu, Telaga Wadas Lintang, dan masih banyak lagi.

Agus Subagyo berharap infrastruktur jalan yang masih kecil akan direalisasikan lewat program pemerintah yang akan membangn tol dari Tegal ke Cilacap lewat Purwokerto. Serta pembangunan bandara di di Purbalingga, jalur kereta api dari Purwokerto ke Wonosobo. “Saya yakin pariwisata di Wonosobo semakin maju dan banyak investor yang masuk,” harapnya. ***

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

Pilihan Modem WiFi Terkini Harga Bersahabat

Wonosobo Bersatu Bangun Wisata Dieng