Fashion desainer satu ini sudah tidak diragukan lagi dalam menghasilkan karya-karya busana yang memikat. Melalui tema Wanita yang digelar di Jakarta Fashion & Food Festival 2016 tersebut, sejumlah set busana ready to wear rancangannya diperagakan oleh Musa Widyatmodjo, sekaligus merayakan 25 tahun Musa Widyatmodjo berkarya di industri mode.
Indetitas rancangan Musa tidak terlepas dari penggunaan bordir. Dan pada peragaan tersebut bertaburan di sekian koleksinya. Bordir bermotif bunga belimbing diaplikasikan untuk menguatkan renda atau lace. Untuk memunculkan kesan modernitas, Musa Widyatmodjo menerapkan bordir 3D yang justru dikerjakan dengan pengerjaan mesin manual asal Tasikmalaya, bukan bordir komputer yang lebih murah dan cepat. Dirinya masih konsisten memunculkan potensi kerajinan khas Indonesia mampu membangun cita rasa tersendiri pada busananya.
Material kain yang digunakan pada busana ready to wear-nya kali ini adalah organdi, lace, shantung, duchess, sifon, dan masih banyak lagi. Untuk ornamen, digunakan glass bead yang diproduksi dari pelosok Jawa Timur dan telah dikenakannya sejak belasan tahun lalu. Berkarya sejak 1991, eksistensi Musa di 25 tahun adalah keniscayaan di JFFF 2016 ini.
Batiklopedia.com


