https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Kemenkumham DIY Dorong Batik Nitik Bantul Lewat Penelitian Terapan dan Perlindungan IG

Kemenkumham DIY dorong Batik Nitik Bantul lewat penelitian terapan & perlindungan IG, untuk daya saing global sekaligus jaga warisan budaya.

Yogyakarta — Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenkumham DIY) menegaskan komitmennya dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui dukungan terhadap penelitian terapan Batik Nitik Bantul, yang kini resmi dilindungi status Indikasi Geografis (IG).

Kemenkumham DIY dorong Batik Nitik Bantul lewat penelitian terapan & perlindungan IG, untuk daya saing global sekaligus jaga warisan budaya.
Kemenkumham DIY dorong Batik Nitik Bantul lewat penelitian terapan & perlindungan IG, untuk daya saing global sekaligus jaga warisan budaya.

Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Agung Rektono Seto, menyatakan bahwa status IG telah meningkatkan nilai dan reputasi Batik Nitik sebagai produk budaya unggulan.
“Dengan status ini, Batik Nitik diakui secara hukum sebagai komoditas premium dengan ciri khas dan kualitas terjamin, sehingga semakin kompetitif di pasar nasional dan internasional,” ujarnya, Selasa (26/8).

Menurut Agung, penelitian terapan tidak hanya menekankan pada pelestarian motif dan teknik tradisional, tetapi juga mendorong inovasi agar sesuai kebutuhan pasar global. Ia menegaskan bahwa perlindungan IG menjadi strategi penting untuk menjaga keaslian sekaligus memperluas jangkauan pasar.

“Kami ingin Batik Nitik tidak hanya diakui secara lokal, tetapi juga mampu bersaing secara global. Melalui penelitian dan pengembangan yang tepat, perannya dapat diperkuat sebagai identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif Yogyakarta,” tambahnya.

Batik Nitik dikenal sebagai warisan budaya Bantul dengan pola geometris rumit berbentuk ribuan titik persegi kecil yang dibuat menggunakan teknik canting empat bagian khusus. Perlindungan IG memastikan setiap produk Batik Nitik memenuhi standar kualitas ketat dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kanwil Kemenkumham DIY juga menyiapkan dukungan berupa pelatihan, pendidikan, serta penguatan perlindungan hukum bagi pengusaha batik di Bantul. Upaya ini akan diperkuat dengan kolaborasi bersama peneliti, akademisi, dan pelaku industri untuk mengembangkan desain, material, serta strategi pemasaran digital. Inisiatif penelitian terapan Batik Nitik diharapkan menjadi model penerapan hak kekayaan intelektual dalam mengangkat produk lokal. Program ini sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai fondasi pembangunan nasional serta membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya di Bantul.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik Kawung lahir dari Jawa sejak abad ke-13. Motifnya sederhana tapi sarat makna: kesucian, keseimbangan, dan filosofi hidup harmonis.

Batik Kawung: Simbol Kesederhanaan dan Kesempurnaan Hidup

Batik Ulin Gaya Mada karya Yuli Eka angkat identitas Berau dengan inovasi, ecoprint, dan pewarna alami kayu ulin berdaya saing global.

Batik Ulin Gaya Mada Angkat Identitas Berau Lewat Inovasi dan Pewarna Alami Kayu Ulin