Pasar Klewer telah menjadi ikon Kota Solo untuk produk-produk tekstil terutama batik. Dari masa ke masa, Pasar Klewer menghadirkan romansa perdagangan masa silam yang lestari. Namun 27 Desember 2014 lalu, pasar tersebut terbakar dan menyisakan kemuraman bagi pedagang yang puluhan tahun bernafkah disitu. Sisa dari kain batik yang terbakar dikumpulkan oleh Anne Avantie untuk menceritakan kebesaran pasar tradisional tersebut.
Memakai teknik sulam, penggabungan satu-persatu kain batik sisa terbakar warna sogan coklat merah diadaptasi pada rancangan ready to wear dengan aura seksi, Anne Avantie menghidupkan kisah Pasar Klewer. Ia bertutur bahwa Pasar Klewer merupakan embrio dirinya pada masa-masa lalu hingga menjadi fashion designer ternama kini.
Meretas Pasar Klewer, membangun pula kenangan akan pergerakan industri kreatif yang masif bermunculan dari tempat ini. Di Indonesia Fashion Week 2015 pagelarannya pun diberi tajuk Pasar Klewer Riwajatmoe Kini, dikemas dengan apik dan menghadirkan selain warna sogan coklat merah, ada pula warna hitam dan abu-abu.
Ia berpendapat bahwa semua kain yang terbakar tidak dilihat dalam wujudnya, tetapi kain batik yang terbakar itu adalah budaya bangsa yang memerlukan tangan-tangan orang yang penuh kasih. Dan image yang diharapkannya adalah bahwa fashion adalah sebuah bahasa cinta melalui seni.

























Batiklopedia.com
Lihat video fashion show Riwayat Klewer:


One Comment
One Ping
Pingback:Persembahan Anne Avantie Untuk Pasar Klewer Solo