in

Motif Betawi Di Honeymoon Room

Kartika Chandra pada 1995 silam dianugerahi sebagai perusahaan Zero Accident dari Departemen Tenaga Kerja. Salah-satu upaya keberhasilannya itu didukung pula dengan menerapkan sistem area bebas rokok bagi seluruh staff dan karyawan hotel sejak 1991.

Berada di lobby utama, aksen dekorasi yang menggambarkan Indonesia sudah sangat terasa. Diresmikan berdirinya oleh Presiden Ri ke-2 Soeharto, 20 Januari 1971, Hotel bereputasi bintang empat tersebut menjadi bagian dari bangunan heritages.

Awalnya ditahun 1969 adalah sebuah hotel non bintang. Kemudian total berbisnis di industri perhotelan, lahirlah Hotel Kartika Chandra. Bermula dari penyediaan kamar hotel, berkembang kemudian menyediakan ruang perkantoran. Tahun 1974 jelang PATA (Pacific Asia Travel Association), Kartika Chandra berhasil meningkatkan diri menjadi hotel bertaraf internasional bertingkat 10 berkapasitas 174 kamar dari sebelumnya 30 kamar.

Tema hotelnya “The Friendly Hotel That Cares”, menyajikan kepedulian dan perhatian penuh berbagai keperluan tamu dengan pelayanan, produk, dan sarana berstandar utama.

Kartika Chandra pada 1995 silam dianugerahi sebagai perusahaan Zero Accident dari Departemen Tenaga Kerja. Salah-satu upaya keberhasilannya itu didukung pula dengan menerapkan sistem area bebas rokok bagi seluruh staff dan karyawan hotel sejak 1991. Penerapannya secara umum adalah menyediakan sarana smoking dan non smoking area untuk para tamu hotel.

Tahun 1993, Kartika Chandra dijadikan hotel untuk akomodasi peserta KTT Non Blok Jakarta. Juga sempat terpilih sebagai akomodasi atlet dan official mancanegara kejuaraan negara Superbike, Kejuaraan Dunia Panahan dan Kejuaraan Dunia Asia Menembak. Tema hotelnya “The Friendly Hotel That Cares”, menyajikan kepedulian dan perhatian penuh berbagai keperluan tamu dengan pelayanan, produk, dan sarana berstandar utama. Tema keduanya adalah “The Green Royal Castel and Resort” yakni sentuhan arsitektur dan desain interior Jawa dan ornamen-ornamen disetiap ruangan yang tersedia.

Joglo Di Lobby

fashion edit studio-10
Pada bagian lobby, kerangka atap kayu ala bangunan joglo menjadi pemandangan pengunjung. Warna cat emas kayu mengesankan kemewahan dan keanggunan layaknya istana raja. Di area sekitar, terdapat ruang beraksen khusus seperti Prambanan Restaurant, Parangtritis Seafood Restaurant, Chandra Lounge, Looby Lounge, dan Pool’s Bar.

 

Lukisan Iwan Tirta

fashion edit studio-1
Jejak keberadaan karya seni Iwan Tirta dapat ditemui di hotel ini. Di lantai 10 terdapat lukisan Iwan Tirta berukuran besar dengan motif batik prada. Kain sebagai media melukis maestro batik tersebut digambar dalam corak alas-alasan, dan memunculkan ragam flora dan fauna Indonesia dalam satu bingkai gambar.

Diorama Betawi

fashion edit studio-2

fashion edit studio-9

fashion edit studio-8
Nuansa Betawi banyak dihadirkan dalam bentuk lukisan Betawi tempo doeloe disepanjang lorong luar kamar. Bahkan pada ujung lorong, terdapat diorama benda-benda berbau kisah Betawi seperti topeng Betawi, miniatur ondel-ondel, baju daerah Betawi, lukisan Betawi tempo doeloe, dan masih banyak lagi.

Honeymoon Room

fashion edit studio-3

fashion edit studio-4

fashion edit studio-5
Ruang Betawi (Betawi Room) beberapanya ditujukan untuk pasangan honeymoon dengan menyediakan kamar honeymoon. Berbagai aksesoris batik tulis Betawi menghias dari cover bantal sofa, runner bed, kap lampu, hingga partisi. Ruang honeymoon memiliki door extention yang membagi public area dengan private area. Kedua ruangan tersebut hampir seluruhnya didekor dengan motif batik tulis Betawi bercorak tumpal.

Sumber: Majalah BATIK On Fashion

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

Jejak Iwan Tirta Di The Sultan Hotel Jakarta

Simple Beauty

Simple Beauty – Lia Mustafa