Gerusan zaman berpengaruh terhadap regenerasi. Meski batik telah menjadi ikon Indonesia, rupanya potensi ekonominya belum membangun minat batik di generasi muda. Terlebih karena proses pembuatannya yang tergolong rumit. “Padahal jika melihat ke belakang, pemerintah dengan susah payah mempertahankan batik sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia. Sampai akhirnya UNESCO menetapkan batik sebagai masterpices of the oral and intangible heritage of humanity,” papar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda DIY Gatot Saptadi.
Dirinya khawatir jika regenerasi batik tak jua terbentuk maka akan memutus mata rantai warisan budaya batik. Penetapan batik sebagai masterpiece Indonesia harusnya mampu membangkitkan semangat tersebut. Namun hal ini rupanya belum berdampak pada minat generasi muda saat ini.
Gatot berharap ada upaya sinergitas antara modernisasi dan sisi klasik batik. Pendirian workshop dan galeri batik oleh Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) diharapkan olehnya mampu menjadi wisata edukasi memperkenalkan kembali batik kepada kalangan generasi muda. Galeri ini diharapkan sebagai media pengembangan dan pembelajaran tentang batik. “Mari kita serukan lagi kebangkitan batik Yogya. Generasi muda harus terus didorong agar mereka mau memakai batik sebagai bagian dari kontribusi kebangkitan industri dan pasar batik di era bebas,” ujar Gatot.
Hal yang sama dicetuskan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. Ia mengungkapkan keprihatinan menurunnya minat batik di kalangan generasi muda. Maka sejak 2012 silam digelar lomba desain batik yang kini berhasil mengumpulkan ragam motif terbaru. Salah-satunya adalah motif Parijoto yang kini menjadi motif khas Sleman. Pengurus GKBI Abdul Haris menjelaskan tujuan dibuatnya workshop dan galeri tersebut ditujukan pula untuk menampung dan memproduksi batik.
“Fasilitas ini terbuka bagi masyarakat umum. Kami terbuka untuk semua pihak yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan batik,” katanya. Saat ini, GKBI melakukan pembinaan terhadap 39 koperasi primer dengan dengan jumlah kurang lebih 8.000 anggota.
Sumber: Suara Merdeka

