Jawa Timur menjadi wilayah yang sangat mengapresiasi perkembangan dan pelestarian batik. Keanekaragaman batik Jawa Timur tersebar di berbagai daerahnya. Upaya tersebut untuk membangun semangat mewarisi kekayaan budaya bangsa. Hal ini tercetus di Pembukaan Pameran Tenun, Craft dan Batik Nusantara 2016 di Dyandra Convention, 4 Mei lalu.
Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Fatma Saifullah Yusuf menyebutkan bahwa kain tradisional tenun dan batik warisan budaya bangsa ini tidak hanya dilihat dari segi teknik, aneka coraknya, jenis kain yang dibuat saja, tetapi juga fungsi dan arti kain dalam kehidupan masyarakat. “Karena bisanya para leluhur dulu dalam membuat kain (menenun atau membatik) selalu mencerminkan tentang kepercayaan, adat istiadat, cara berfikir, identitas dan jati diri suatu bangsa yang berbudaya,” ujarnya.
Ada 38 Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Timur yang memiliki ciri khas kain tradisionalnya berbentuk tenun maupun batik. Fatma menganjurkan pemerintah di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur dapat terlibat aktif meningkatkan peransertanya dan mendorong sinergitas antar industri penunjang fashion. Pemprov disebutkannya tengah terus berupaya memberikan bantuan berupa permodalan via jamkrida, Kopwan, dan dagulir dengan bungan enam persen, bantuan peningkatan SDM via pelatihan dan peningkatan produk beserta bantuan peralatan, fasilitasi HAKI dan standar setifikasi serta packaging desain.
Pameran Tenun, Craft dan Batik Nusantara 2016 tersebut dilangsungkan 4 – 8 Mei lalu dan diikuti oleh 140 stand pameran se-Indonesia.
Sumber: Berita Jatim

