https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in , ,

Dorri Herlambang: Merancang Identitas Kota Jakarta dari Akar Budaya

Dorri Herlambang, tenaga ahli yang menggubah Kota Jakarta dengan akar tradisinya.

Ar. Dorri Herlambang, ST. MT., IAI, adalah sosok arsitek sekaligus tenaga ahli konstruksi yang telah lama mengabdikan diri dalam dunia pembangunan di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta. Berbekal gelar arsitektur dari Universitas Trisakti, ia bukan sekadar teknokrat pembangunan, melainkan juga seorang pemikir budaya yang memahami bahwa arsitektur bukan sekadar soal bentuk, tapi juga soal jiwa.

Dorri Herlambang, tenaga ahli yang menggubah Kota Jakarta dengan akar tradisinya.
Dorri Herlambang, tenaga ahli yang menggubah Kota Jakarta dengan akar tradisinya.

Lelaki kelahiran Desember 1975 yang akrab disapa Bang Idhoy ini, terus didapuk sebagai tenaga ahli arsitektur di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengalamannya membentuk kepekaannya terhadap pentingnya menyelaraskan bangunan dengan nilai-nilai kultural yang hidup dalam masyarakat.

Bagi Bang Idhoy, bangunan adalah perwujudan nyata dari kebudayaan, bukan hanya tempat berlindung, tetapi juga simbol identitas, ekspresi rasa, cipta, dan karya manusia. Tak heran jika dalam banyak proyeknya di DKI Jakarta, ia kerap menekankan pentingnya mengembalikan arsitektur Jakarta kepada akar budayanya: tradisi Betawi.

Namun, Ia tidak serta-merta menduplikasi ornamen yang lazim dianggap khas. Ia justru menolak simbolisasi ondel-ondel sebagai satu-satunya identitas arsitektur Betawi karena dinilai terlalu populis dan kurang representatif sebagai elemen arsitektural.

Sebagai gantinya, ia mengusulkan penggunaan motif tumpal yang terdapat pada kain batik Betawi yang sering dipadukan dengan kebaya encim — motif geometris dengan nilai estetis tinggi dan kekayaan filosofi—yang menurutnya lebih elegan dan kuat dalam merepresentasikan karakter Jakarta sebagai kota multikultur dengan akar historis yang dalam.

Bang Idhoy juga merupakan pendukung kuat terhadap penerapan regulasi pelestarian budaya dalam praktik pembangunan, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 32, UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, hingga Perda dan Pergub DKI Jakarta yang mewajibkan arsitektur Betawi diterapkan pada bangunan publik dan infrastruktur kota. Ia menyadari bahwa arsitektur bukan sekadar ilmu bangunan, melainkan medium transformasi nilai budaya ke dalam bentuk fisik yang bisa dinikmati lintas generasi.

Arsitektur tradisional Betawi, bagi Dorri, adalah hasil hibridisasi budaya yang kaya—campuran Melayu kuno, pengaruh Tionghoa, Arab, dan Eropa yang berpadu dalam struktur, tata ruang, ragam hias, dan sistem konstruksi rumah-rumah Betawi tempo dulu.

Ia percaya, inspirasi itu datang dari alam, lingkungan sosial, serta tradisi lisan para leluhur yang mewariskan makna lewat simbol dan bentuk. Maka tugas arsitek kini bukan hanya membangun fisik, tetapi juga menjaga kesinambungan jiwa dari kebudayaan itu sendiri.

Melalui pendekatan yang sensitif terhadap nilai lokal dan keahlian multidisipliner, Bang Idhoy ingin menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan Jakarta. Ia merancang bukan hanya dengan tangan, tapi dengan kesadaran sejarah dan keberanian visi: membentuk kota yang modern tanpa kehilangan akarnya.

Point-point dari sikap dan reputasi Dorri Herlambang antara lain:

  1. Arsitek dengan Pondasi Budaya yang Kuat
    Ia memahami arsitektur bukan sekadar soal bentuk bangunan, melainkan ekspresi kebudayaan manusia. Baginya, arsitektur adalah perwujudan karya, rasa, dan cipta, serta bagian tak terpisahkan dari identitas kolektif sebuah masyarakat.
  2. Ahli Konstruksi Berpengalaman Nasional
    Dengan pengalaman panjang di dunia konstruksi, Bang Idhoy telah terlibat dalam banyak proyek besar di berbagai wilayah Indonesia. Keahliannya tak hanya soal teknis pembangunan, tetapi juga menyangkut cara menjaga nilai-nilai lokal dalam rancangan yang modern dan fungsional.
  3. Pendorong Pelestarian Arsitektur Tradisional Betawi
    Bang Idhoy dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan pelestarian arsitektur tradisional Betawi. Ia meyakini bahwa rumah Betawi adalah hasil dari percampuran budaya Nusantara dan dunia, sebuah warisan urban yang tumbuh dari dinamika sosial masyarakat Jakarta sejak dulu.
  4. Menolak Gimik Ondel-Ondel, Mengangkat Estetika Tumpal Batik Betawi
    Dalam pendekatannya terhadap ornamen arsitektur khas Jakarta, Bang Idhoy menolak penggunaan ikon ondel-ondel yang dianggap terlalu simbolik dan dangkal. Sebagai gantinya, ia mengusulkan penggunaan motif tumpal pada batik Betawi—sebuah ragam hias yang lebih halus, filosofis, dan juga melekat dalam keseharian warga Betawi.
  5. Memaknai Arsitektur sebagai Ekspresi Lokal yang Adaptif
    Bang Idhoy memandang arsitektur tradisional sebagai hasil adaptasi manusia terhadap lingkungan fisik dan sosialnya. Inspirasi rumah Betawi, menurutnya, tumbuh dari iklim tropis, hubungan sosial yang egaliter, dan warisan budaya Melayu-Tionghoa-Arab-Eropa yang membentuk jati diri Jakarta.
  6. Mendukung Regulasi dan Aspirasi Identitas Kota
    Bang Idhoy sangat mendukung penerapan arsitektur Betawi dalam ruang-ruang publik Jakarta. Sejalan dengan UUD 1945 pasal 32, UU No. 5 Tahun 2017, hingga Pergub DKI Jakarta, ia mendorong agar bangunan pemerintahan, fasilitas umum, dan bangunan pariwisata di DKI Jakarta menerapkan elemen khas Betawi sebagai bentuk pemajuan kebudayaan.
  7. Arsitektur sebagai Sarana Pendidikan Budaya
    Lewat pendekatan arsitektur, Dorri percaya bahwa masyarakat bisa kembali mengenali akar budaya mereka. Arsitektur bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dirasakan dan dipelajari. Dengan desain yang meresap dari nilai-nilai lokal, bangunan bisa menjadi media edukasi budaya yang hidup dan menginspirasi generasi mendatang.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kukuh Hariyawan adalah orang di balik label Kebaya Adhikari, komitmen tinggi terhadap proses kreatif, Kukuh kerap menampilkan kebaya glamour.

Kebaya Glamour Adhikari di Indonesia Fashion Week 2025

Mengenal ragam petung Jawa, warisan budaya yang memprediksi watak, jodoh, dan nasib berdasarkan hari, pasaran, dan tanggal lahir.

Mengenal Ragam Perhitungan (Petung) Jawa — Menyigi Jati Diri Lewat Weton dan Neptu