Peran desa wisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat kian mendapat pengakuan nasional. Hal ini tercermin dari penghargaan yang diraih Wisata Alam Gosari dalam ajang CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026, yang dinilai berhasil menghadirkan model pembangunan desa berbasis pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam sebuah seremoni di Jakarta. Momentum ini sekaligus menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Dalam sambutannya, Ni Luh Puspa menegaskan bahwa desa wisata tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Berdasarkan kunjungan kerjanya ke berbagai wilayah di Jawa Timur, ia melihat langsung bagaimana desa-desa wisata mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ajang penghargaan ini sendiri merupakan inisiatif Indonesian Social Sustainability Forum bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang aktif mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk pembangunan desa.
Pengembangan desa wisata juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam visi Prabowo Subianto, yang menempatkan desa sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Dalam kerangka ini, sektor pariwisata menjadi salah satu pilar penting untuk memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus memperkuat program desa wisata dengan berbagai langkah strategis. Mulai dari peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas, pendampingan pelaku usaha, sertifikasi desa wisata berkelanjutan, hingga pemberian apresiasi bagi daerah berprestasi.
Namun demikian, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Ni Luh Puspa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem desa wisata yang tangguh dan berdaya saing tinggi.
Hal senada disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, yang menegaskan bahwa program CSR telah memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa. Berbagai inisiatif, seperti pengembangan desa tematik, peningkatan kapasitas UMKM, hingga pembangunan infrastruktur dasar, menjadi bukti kontribusi sektor swasta dalam memperkuat ekonomi desa.
Lebih jauh, ia mengajak BUMN dan sektor swasta untuk terus meningkatkan peran aktif dalam pembangunan desa. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.
Keberhasilan Wisata Alam Gosari menjadi contoh konkret bahwa desa wisata mampu menjadi katalisator pembangunan ekonomi yang inklusif. Dengan pengelolaan yang tepat serta dukungan berbagai pihak, desa wisata tidak hanya menjadi destinasi unggulan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ke depan, penguatan desa wisata diharapkan terus berlanjut sebagai strategi utama dalam membangun ekonomi nasional dari akar rumput. Dengan pendekatan berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal, desa-desa di Indonesia berpotensi menjadi kekuatan besar dalam peta pariwisata global.

