in

Danau Toba Dalam Besutan Budaya

Pesona Danau Toba tidak saja dikagumi oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga di seantero dunia. Selain menghamparkan lanskap keindahan alam yang menakjubkan, keberadaan Danau Toba juga telah menjadi penghidupan bagi masyarakat di sekitarnya, dan menyimpan kekayaan budaya yang berkembang bersama penduduk suku Batak.

Kebesaran Toba inilah yang diangkat dalam penyelenggaraan Indonesia Fashion Week 2018. Diaktualisasikan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Rumah Kreatif BUMN (RKB) di Jakarta Convention Center, Danau Toba diwajahkan dalam aura karya fashion.

Sembilan Desainer

Sembilan desainer ternama mempersembahkan karya terbaik mereka dalam satu tema, The Great Toba. Bercerita dan menerjemahkan inspirasi Danau Toba berikut kehidupan sekitarnya.

Mereka adalah Merdi Sihombing, Ida Royani, Corrie Kastubi, Levico by Defrico Audy, Ivan Gunawan, Ariy Arka, Torang Sitorus, Ghea Panggabean, dan Sikie Purnomo.

Merdi Sihombing membuka show dengan kesan yang kuat dan menggugah. Desainer yang sangat identik dengan ulos dan songket khas Sumatera Utara ini menyuguhkan koleksi berbalut ulos pewarna alam, yang sangat lekat dengan ekosistem di Danau Toba.

Ida Royani sudah lima tahun mendedikasikan dirinya untuk mengolah kain tradisional Batak, terutama ulos. Kini ia mengangkat tenun Sadum, yang berasal dari Toba sebagai fokus desain.

Ida Royani dengan karakter busana muslim yang anggun nan klasik, menampilkann koleksi yang bersiluet longgar dan menonjolkan kesan feminin sekaligus kuat. Motif Ulos yang dipakai dengan gradasi warna merah dan hitam, tampak menarik dengan penempatan dan cutting yang detail. Aksesori berupa topi bergaya equestrian yang klasik sekaligus tomboi ditambahkan untuk menambah statement yang unik dan tidak biasa.

Khasanah kekayaan kain tradisional Batak dan Toba makin ditonjolkan pada koleksi desainer Corrie Kastubi yang membawa tema Nusantara Etnik. Corrie memperkenalkan kain tenun Toba, Batak dan Karo, dengan styling yang lebih fleksibel dan memadupadankan kain tenun tanpa jahitan dengan elemen busana lainnya.

Defrico Audy melalui label JSL LeViCo, menampilkan koleksi couture bertema Pusaka Nusa sempat menjadi mendapat sorotan setelah tampil pada event bergengsi Paris Fashion Week Haute Couture Fall Winter 2018/2019. Menggunakan tenun NTT, koleksi bergaya cocktail modern kali ini pula mampu memukau penonton, sebagaimana ia memukau publik Paris.

Desainer Ivan Gunawan membawa kembali labelnya Jajaka, dengan ulos yang diolah sedemikian rupa. Ia menggunakan kristal sehingga menyiratkan kemewahan dan sisi glamour wanita.

Pendekatan berbeda dan lebih kekinian dilakukan oleh desainer muda Ariy Arka. Material ulos dari Dekranasda Tapanuli Utara, dengan warna-warna yang lebih muda dari warna ulos pada umumnya. Terinsipirasi dari keindahan alam Muara, yang merupakan salah satu tempat hilir mudik para masyarakat yang hendak menuju dan dari Pulau Sibandang tempat penghasil tenun di Danau Toba.

Ariy Arka membuat koleksi busana kasual yang sangat bergaya muda, dan lebih wearable untuk dikenakan sehari-hari.

Ghea dan Sikie Purnomo menjadi penutup show Great Toba, dengan koleksi yang megah, kental nuansa etnik dan tentu saja, menjadi gambaran sempurna bagi kebesaran Danau Toba.

Sumber: Indonesia Fashion Week 2018

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

Wastra Nusantara

Wastra Nusantara Pun Bisa Playful

IFW 2018

Desainer Internasional Unjuk Gigi Di IFW 2018