Kawung dan Parang Rusak menjadi motif andalan model baju batik bertema “Kibo No Hana – The Flower of Hope”. Tujuannya untuk memunculkan filosofi motif-motif tersebut yang pada masa silam dikenakan para ningrat Jawa dan memiliki filososfi tentang perdamaian. Ia mengemasnya secara twist dengan potongan kerah dan obi khas Jepang dalam nuansa nautical.
Diperagakan pada Semarang Fashion Parade 2014, warna nautical navy dan putih serta penggunaan material sheer, digubah pada motif batik Parang Rusak dan Kawung sehingga nyaris tak nampak klasik dan bahkan terkesan modern.
Makna transendental yang terdapat pada motif-motif yang dipakai tersebut, dipadukan dengan makna transendental populis lainnya. Kibo No Hana – The Flower of Hope yang berarti bunga perdamaian, menandakan simbol-simbol akan harapan perdamaian selalu ada dimanapun.






Sumber: Majalah BATIK On Fashion

