https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

BATIK TANAH LIEK, BATIK KHAS MINANGKABAU

Batik Tanah Liek di Inacraft 2024

Batik Tanah Liek adalah jenis batik tradisional khas dari Minangkabau, Sumatra Barat, yang memiliki keunikan dalam teknik pewarnaannya, yaitu menggunakan tanah liat sebagai salah satu bahan pewarna alami.

Batik Tanah Liek di Inacraft 2024
Batik Tanah Liek di Inacraft 2024

Dalam bahasa Minangkabau, “liek” berarti tanah liat, sehingga batik ini disebut Batik Tanah Liek karena proses pewarnaan kain melibatkan penggunaan tanah liat. Teknik ini menghasilkan warna-warna alam yang lembut dan khas, seperti cokelat tanah, krem, dan merah bata.

Tanah liat dicampur dengan bahan-bahan alami lainnya untuk menciptakan warna-warna bumi yang khas. Proses ini melibatkan pencelupan kain ke dalam larutan tanah liat, yang memberikan kain warna yang lembut dan natural. Selain itu juga tanah liat berfungsi sebagai bahan penguat serat kain, sehingga kain batik menjadi lebih kuat dan tahan lama.

Batik Tanah Liek asal Minangkabau
Batik Tanah Liek asal Minangkabau

Motif Khas Minangkabau

  • Motif yang digunakan dalam Batik Tanah Liek biasanya terinspirasi dari kekayaan budaya Minangkabau dan unsur alam di sekitarnya. Beberapa motif yang sering ditemukan adalah:
  • Motif flora seperti daun sirih, bunga-bunga, dan tumbuhan lokal.
  • Motif fauna seperti burung, kerbau, dan hewan-hewan lain yang memiliki makna simbolis dalam budaya Minangkabau.
  • Motif rumah gadang, yaitu rumah tradisional Minangkabau, sebagai simbol kebesaran dan keunikan budaya Minang.
  • Motif geometris yang terinspirasi dari seni ukir dan bentuk-bentuk arsitektur tradisional Minangkabau.

Proses Pembuatan Batik Tanah Liek

  • Pembuatan Pola atau Motif: Seperti batik pada umumnya, proses dimulai dengan menggambar pola atau motif pada kain. Pola ini digambar menggunakan malam (lilin) panas yang diaplikasikan dengan canting, sehingga motif yang diinginkan tertutup oleh malam dan tidak terkena pewarna saat proses pewarnaan.
  • Pencelupan dalam Larutan Tanah Liat: Setelah motif digambar, kain dicelupkan ke dalam larutan tanah liat yang sudah dicampur dengan air dan bahan alami lainnya. Proses pencelupan ini bisa dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Setiap kali pencelupan, kain dikeringkan terlebih dahulu sebelum dicelupkan kembali untuk menghasilkan warna yang lebih pekat.
  • Pewarnaan Alami: Selain tanah liat, pewarna alami lainnya juga digunakan dalam proses pembuatan Batik Tanah Liek. Pewarna alami ini biasanya berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti daun, akar, dan kulit pohon yang menghasilkan warna-warna seperti cokelat, merah bata, dan krem. Proses pewarnaan dilakukan dengan hati-hati agar motif yang sudah digambar tetap terlindungi oleh lilin.
  • Pelorodan: Setelah proses pewarnaan selesai dan kain sudah mencapai warna yang diinginkan, lilin malam dihilangkan melalui proses pelorodan, yaitu perebusan kain dalam air panas. Lilin akan meleleh dan meninggalkan motif yang sudah digambar sebelumnya dengan latar belakang warna-warna yang dihasilkan dari tanah liat dan pewarna alami.
  • Pengeringan: Kain yang sudah selesai kemudian dijemur hingga kering. Proses ini menghasilkan kain batik dengan motif yang jelas dan warna alami yang tahan lama. Karena pewarnaan menggunakan bahan alami, batik ini memiliki karakter warna yang lebih kalem dan tidak terlalu mencolok, namun justru menjadi daya tarik tersendiri.

Nilai Filosofis dan Budaya

Batik Tanah Liek tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai filosofi yang berkaitan dengan alam dan kehidupan masyarakat Minangkabau. Warna-warna alami dari tanah liat melambangkan hubungan yang erat antara manusia dengan tanah dan alam.

Proses pembuatan batik ini mencerminkan prinsip adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (adat bersendikan syariat, syariat bersendikan Al-Qur’an), di mana kehidupan masyarakat Minangkabau sangat menjunjung tinggi alam dan tradisi sebagai wujud dari keyakinan mereka.

Meskipun Batik Tanah Liek memiliki nilai budaya dan seni yang tinggi, keberadaannya mulai terancam oleh produk batik modern yang lebih masif dan cepat diproduksi.

Batik Tanah Liek tidak hanya bernilai estetika tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam.

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di:

News & Event

Batik Fashion

Batik Crafter

Batik Story

Inspirasi

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

INI LHO ALASAN-ALASAN UMUM BATIK HATERS OGAH PAKAI BATIK

Gumi Indang Siswati, pembatik asal Cibuluh Bogor, Jawa Barat, mengorientasikan karya-karya batiknya dengan teknik warlami.

GUMI INDANG SISWATI: PEMBATIK CIBULUH DENGAN ORIENTASI WARLAMI